Putra Budaya NTT Ajak Anak Muda Hidupkan Tradisi
- 31 Agt 2026 16:08 WIB
- Ende
Poin Utama
- Excell Renaldi Kore Manu terpilih sebagai Putra Budaya Indonesia NTT 2026.
- Excell berasal dari Pulau Raijua, Sabu Raijua, yang kaya adat dan kearifan lokal.
- Budaya dipandang sebagai identitas, cara berpikir, dan pembentuk karakter bangsa.
- Tradisi Henged mengandung nilai keakraban, kekeluargaan, tanggung jawab, serta penyelesaian konflik.
- Budaya Barat dan teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi budaya NTT.
- Konten budaya perlu dikemas visual, singkat, kreatif, dan sesuai karakter generasi Z.
- Excell berencana membentuk forum edukasi budaya bagi generasi muda NTT.
- Generasi muda didorong berpikir global dengan tetap berakar pada budaya lokal.
RRI.CO.ID, Ende - Putra Budaya Indonesia NTT 2026, Excell Renaldi Kore Manu, mengajak generasi muda menjadikan budaya lokal bagian kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan melalui Obrolan Spada Pro 2 RRI Ende bertajuk Tradisi Tetap Hits: Anak Muda Menjaga Budaya, Sabtu 18 Juli 2026 .
Excell lahir dan besar di Pulau Raijua, Sabu Raijua, daerah yang kaya adat istiadat serta kearifan lokal masyarakat setempat. Ia terpilih setelah rekam jejak dan konten positifnya diamati Regional Director Putra Putri Budaya Indonesia NTT melalui media sosial.
“Budaya bukan sekadar pakaian adat atau tarian, tetapi identitas, cara berpikir, sekaligus pembentuk karakter bangsa. Anak muda tidak perlu memusuhi budaya luar, tetapi harus menjadikan budaya lokal sebagai gaya hidup sehari-hari,” katanya tegas.
Excell mencontohkan tradisi Henged atau cium hidung masyarakat Sabu Raijua sebagai simbol keakraban, kekeluargaan, serta penyelesaian konflik. Tradisi tersebut mengajarkan keberanian mengakui kesalahan dan bertanggung jawab untuk membangun kembali perdamaian antarindividu maupun kelompok masyarakat.
Menurut Excell, teknologi digital dan budaya Barat justru dapat menjadi peluang memperkenalkan kekayaan budaya NTT kepada masyarakat dunia. Ia mendorong konten budaya dikemas visual, singkat, kreatif, dan ringan melalui video filosofi tenun, vlog adat, animasi, maupun film.
Excell berencana membentuk forum edukasi budaya bagi generasi muda untuk menggali filosofi tradisi NTT secara lebih mendalam. Ia menilai generasi muda perlu memahami makna Pasola, tradisi adat, bahasa daerah, dan warisan leluhur, bukan sekadar mengenalnya permukaan.
Setelah liburan, Excell dijadwalkan kembali ke Kupang awal Agustus untuk mengikuti pembekalan lebih satu bulan sebelum kompetisi nasional Oktober. Ia berpesan agar generasi muda berpikir global, namun tetap berakar kuat pada budaya lokal sebagai identitas menghadapi perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....