Relawan Asarasa Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pelestarian Budaya

  • 19 Jul 2026 08:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Rasa bangga terhadap budaya tidak cukup hanya diungkapkan melalui kata-kata. Generasi muda perlu mengambil peran melalui aksi nyata agar warisan budaya tetap lestari dan mampu bertahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta derasnya pengaruh budaya luar.

Pesan tersebut disampaikan Founder Ruang Bicara Project sekaligus Relawan Asarasa Indonesia 2026, Aldi Saputra Mz Mochsen, dan Ketua Komunitas Titik Nadi sekaligus Relawan Asarasa Indonesia 2026, Carmenita Lamba, saat menjadi narasumber dalam program Cerita Langsung Bersama Komunitas (CLBK) Pro 2 RRI Ende, Jumat, 17 Juli 2026.

Aldi mengatakan budaya merupakan identitas daerah yang harus dijaga, dilestarikan, dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah masih rendahnya minat sebagian generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan pelestarian budaya karena menganggap aktivitas tersebut kurang menarik dan tidak memberikan manfaat secara materi.

"Budaya adalah identitas kita. Kalau bukan generasi muda yang menjaga dan memperkenalkannya, siapa lagi?" ujarnya.

Aldi mengaku pengalaman mengikuti Asarasa Indonesia 2026 di Desa Adat Nggela membuka wawasannya tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Selama kegiatan berlangsung, para relawan belajar langsung mengenai tradisi masyarakat, nilai-nilai adat, kuliner tradisional, hingga kehidupan masyarakat adat, sekaligus membangun jejaring dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Carmenita Lamba menilai tantangan lain dalam pelestarian budaya adalah pola pikir sebagian anak muda yang lebih berorientasi pada keuntungan pribadi. Padahal, menurutnya, menjadi relawan memberikan banyak manfaat, seperti pengalaman, relasi, serta pengetahuan yang berguna bagi pengembangan diri.

Ia menegaskan budaya tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang kuno. Dengan pendekatan kreatif dan pemanfaatan media digital, budaya dapat dikemas lebih menarik sehingga lebih dekat dengan kehidupan generasi muda tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

"Bangga terhadap budaya harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti mengikuti kegiatan budaya, menjadi relawan, atau memperkenalkan budaya lokal melalui media sosial," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Carmen juga mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor pelestarian budaya di lingkungan masing-masing. Menurutnya, keterlibatan anak muda merupakan kunci agar budaya lokal tetap lestari, dikenal lebih luas, dan menjadi identitas yang membanggakan.

Di akhir dialog, Aldi dan Carmen berharap semangat generasi muda Ende untuk bergerak bersama menjaga budaya terus tumbuh. Mereka meyakini bahwa dengan keterlibatan aktif anak muda, warisan leluhur akan tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Ende di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....