Seniman NTT Perkuat Kreativitas Hadapi Era Digital
- 22 Jun 2026 08:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Seniman Nusa Tenggara Timur terus memperkuat kreativitas untuk menghadapi era digital melalui pemanfaatan teknologi multimedia, pengembangan jejaring, dan penciptaan ruang kreatif yang lebih luas. Langkah ini dilakukan agar karya seni daerah tetap berkembang dan mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Pembina Bengkel Seni Milenial Relima Flores Timur, Mohammad Zaini Ratuloli, S.Pd, menilai perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi seniman NTT untuk tampil di tingkat nasional. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan karya seni kepada khalayak yang lebih luas. “Kita bisa hadir di ruang-ruang kreativitas bersama teman-teman di Indonesia,” ujarnya dalam Bincang Budaya Pro 1 RRI Ende, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia mengatakan minat generasi muda terhadap seni dan budaya tradisional di Flores Timur masih cukup tinggi. Namun, mereka membutuhkan ruang untuk berekspresi dan menunjukkan karya yang dimiliki.
“Sebenarnya ruang-ruang kreatif itu juga bisa diciptakan secara mandiri oleh masyarakat dan generasi muda,” katanya.
Menurut Zaini, berkurangnya sejumlah kegiatan budaya akibat efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Kondisi tersebut justru harus mendorong seniman dan komunitas untuk lebih kreatif dalam menghadirkan ruang pertunjukan.
“Seniman harus berpikir kreatif untuk bisa menciptakan panggungnya sendiri,” ucapnya.
Bengkel Seni Milenial Relima Flores Timur juga memanfaatkan teknologi multimedia dalam berbagai pementasan teater. Penggunaan multimedia tidak hanya berfungsi sebagai latar visual, tetapi menjadi bagian penting dalam penyampaian cerita kepada penonton.
“Multimedia tidak hanya sekadar menjadi latar pertunjukan, tetapi juga bagian dari isi cerita,” ujarnya.
Selain mendukung proses kreatif, media sosial dinilai berperan penting dalam promosi karya seni. Platform digital memungkinkan seniman membangun portofolio, memperluas jaringan, dan memperoleh akses terhadap berbagai program residensi maupun pelatihan seni.
Media sosial telah membuka ruang bagi kita untuk belajar dan membangun branding berkesenian. Zaini berharap seniman muda NTT terus berani berkarya, berkolaborasi, dan memanfaatkan peluang yang tersedia di era digital.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan apresiasi terhadap karya seniman daerah agar ekosistem seni terus berkembang. “Anak-anak muda harus punya keberanian untuk mencoba dan terus berkarya karena peluang di dunia seni masih sangat terbuka,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....