Lagu Daerah Perkuat Identitas Generasi Muda

  • 02 Jul 2026 14:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Lagu daerah dinilai tetap memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya generasi muda di tengah derasnya arus musik modern dan konten digital. Namun, minimnya ruang promosi membuat lagu daerah semakin jarang dikenal, sehingga diperlukan strategi baru agar tetap relevan bagi generasi masa kini.

Dosen Pendidikan Musik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Benni Molo, menilai tantangan utama pelestarian lagu daerah bukan terletak pada kualitas karya, melainkan rendahnya eksposur di ruang digital. Akibatnya, generasi muda lebih akrab dengan musik populer yang setiap hari hadir melalui media sosial dan platform streaming dibandingkan lagu-lagu yang menjadi identitas daerahnya sendiri.

Dalam OBRAS, Sabtu, 27 Juni 2026, Benni mengatakan lagu daerah bukan sekadar hiburan, tetapi media pewarisan budaya yang memuat bahasa, sejarah, nilai kehidupan, hingga cara pandang masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, ketika generasi muda menyanyikan lagu daerah, mereka sesungguhnya sedang menjaga identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. "Kalau lagu daerah hilang, yang hilang bukan hanya lagunya, tetapi juga sebagian memori dan jati diri masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan masih terdapat optimisme karena mulai banyak anak muda yang mengaransemen ulang lagu daerah dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Langkah tersebut dinilai menjadi jembatan agar lagu daerah lebih mudah diterima oleh generasi digital sekaligus memperluas jangkauan pendengarnya.

Benni menegaskan pelestarian lagu daerah tidak dapat dibebankan kepada seniman atau akademisi semata. Menurutnya, keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengenalkan lagu daerah sejak usia dini, baik melalui pendidikan formal, kegiatan seni, maupun tradisi yang hidup di lingkungan keluarga.

Ia juga mengintegrasikan lagu daerah dalam proses pembelajaran di kampus melalui mata kuliah vokal, aransemen musik, hingga penelitian mahasiswa. Pendekatan tersebut bertujuan melahirkan calon pendidik musik yang tidak hanya menguasai teknik bermusik, tetapi juga mampu menjadi pelestari budaya di daerah asalnya.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran generasi muda bahwa menjaga lagu daerah berarti menjaga identitas budaya bangsa. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, lagu daerah tidak hanya bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari kehidupan generasi Indonesia di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....