Hadapi Musim Tanam 2026/2027, Petani Flotim Diminta Optimalkan Lahan

  • 07 Okt 2026 13:42 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur: Pemerintah Kabupaten Flores Timur mendorong petani mempersiapkan lahan secara optimal menghadapi musim tanam 2026/2027. Persiapan tersebut perlu dilakukan dengan memanfaatkan berbagai fasilitas pertanian yang telah disediakan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur.

Hal itu disampaikan Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, dalam Rapat Koordinasi Persiapan Musim Tanam 2026/2027 di Bayolewun, Desa Tuwagoetobi, Kecamatan Witihama, Rabu 30 September 2026. Rakor tersebut diikuti para camat, kepala desa, penyuluh pendamping serta perwakilan kelompok tani wilayah Adonara bagian timur.

Dalam pertemuan tersebut, Doni Dihen juga mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi petani dalam menjalankan usaha pertanian. Keluhan yang disampaikan mencakup pendampingan penyuluh, pupuk subsidi, distribusi bibit, pemasaran hasil panen hingga kebutuhan sarana produksi pertanian.

Sejumlah kepala desa menilai pendampingan penyuluh pertanian di lapangan belum berjalan maksimal. Penyuluh dinilai belum hadir sejak tahapan awal pengolahan dan pembukaan lahan, namun baru melakukan pendampingan ketika tanaman jagung mulai tumbuh.

Kondisi tersebut menyebabkan petani menjalankan sejumlah tahapan budidaya tanpa pendampingan teknis. Para kepala desa berharap penyuluh dapat lebih aktif mendampingi petani sejak persiapan lahan hingga masa panen.

Persoalan lain yang disampaikan berkaitan dengan distribusi bantuan bibit tanaman yang dinilai terlambat. Bantuan bibit jagung bahkan disebut masuk setelah masa tanam berakhir sehingga sebagian bantuan hanya tertumpuk di kantor desa.

Petani hortikultura juga mengeluhkan hasil produksi tomat dan terung yang belum terserap dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Selain itu, serangan hama yang meningkat turut menyebabkan kerugian karena menurunkan hasil produksi.

Petani jagung hibrida juga menghadapi kendala pemasaran karena sebagian hasil panen tidak dapat diterima di sejumlah tempat akibat standar yang diterapkan Bulog. Kondisi tersebut membuat sebagian hasil produksi petani sulit dipasarkan.

Untuk mendukung musim tanam, petani di sejumlah desa, termasuk Koli Lanang, berharap pemerintah menambah sumur bor, traktor dan kultivator. Mereka juga meminta perbaikan sistem pengaturan air agar lahan pertanian tidak mengalami gangguan ketika terjadi hujan.

Bupati Flores Timur meminta berbagai persoalan tersebut menjadi perhatian bersama dalam menghadapi musim tanam 2026/2027. Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan diharapkan dapat memastikan dukungan sarana, pendampingan serta layanan pertanian berjalan sesuai kebutuhan petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....