Wamen PU Perintahkan Perbaikan Tiga Infrastruktur SPAM Ende
- 07 Okt 2026 08:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia (Wamen PU RI), Ir. Diana Kusumastuti, M.T., meninjau kondisi infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Ende, Kamis, 1 Oktober 2026. Kunjungan tersebut difokuskan pada fasilitas Perumda Air Minum Tirta Kelimutu yang terdampak gempa bumi Flores.
Direktur Perumda Tirta Kelimutu Ende, Heribertus Gani, mengatakan Wamen PU melihat langsung sejumlah fasilitas SPAM, termasuk rumah pompa, instalasi pengolahan air, dan jaringan transmisi di Nangaba. Peninjauan dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus menentukan infrastruktur yang membutuhkan penanganan segera.
Menurut Heribertus, data kerusakan SPAM sebelumnya telah dilaporkan kepada Kementerian PU, tetapi Wamen ingin memastikan langsung kondisi di lapangan. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera ditangani karena berkaitan dengan keberlanjutan pelayanan air minum bagi masyarakat.
Dari hasil peninjauan tersebut, Wamen PU memerintahkan Balai dan PT Niaga Karya segera melaksanakan tiga kegiatan tanggap darurat. Ketiganya meliputi rehabilitasi pipa di Kantor Perumda, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kecamatan Maurole, serta penggantian pipa transmisi sepanjang 121 meter pada bentangan jembatan Nangaba.
Heribertus menyebut pekerjaan tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan dalam satu hingga dua bulan ke depan. Percepatan diperlukan agar kerusakan infrastruktur yang berpotensi mengganggu pelayanan air minum dapat segera ditangani pada masa pascabencana.
Sementara itu, sejumlah kebutuhan rehabilitasi lainnya akan diusulkan melalui program reguler Kementerian PU pada 2027. Di antaranya jaringan Nangaba menuju Kota Ende, jaringan transmisi air baku dari KM 6 menuju Wolowona, serta jaringan dari sumber air Aepana menuju Wolowona sepanjang sekitar dua kilometer.
Penanganan pada 2027 juga mencakup rehabilitasi pipa di Watuneso, Blok Kamptering, serta sejumlah jaringan yang mengalami kerusakan akibat gempa. Di Wolowaru, kerusakan meliputi bangunan, jaringan transmisi sepanjang 750 meter, dan jaringan distribusi sepanjang 250 meter.
Heribertus mengatakan seluruh kebutuhan tersebut telah diajukan dan dimasukkan dalam dokumen Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Penanganan melalui perencanaan reguler 2027 dipilih karena sebagian pekerjaan dinilai tidak memungkinkan diselesaikan hingga akhir 2026.
Hampir seluruh titik pelayanan Perumda Tirta Kelimutu sempat mengalami gangguan akibat gempa bumi Flores. Namun, tim Perumda berhasil memulihkan sebagian besar kerusakan melalui langkah tanggap darurat, termasuk di Aepana dan Aekipa, sehingga pelayanan kembali berjalan.
Heribertus menegaskan perbaikan darurat tersebut belum menyelesaikan seluruh persoalan infrastruktur SPAM yang terdampak bencana. Karena itu, Perumda berharap kerusakan yang tersisa tetap ditangani melalui tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi agar sistem pelayanan air minum dapat kembali lebih kuat dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....