Pancasila Jadi Jembatan Kebersamaan di Tengah Keberagaman

  • 02 Okt 2026 12:50 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Pancasila memiliki peran penting sebagai titik temu keberagaman masyarakat Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, budaya, dan agama.
  • Keberagaman merupakan ketetapan Allah SWT sehingga perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan dalam masyarakat.
  • Nilai-nilai Islam seperti persaudaraan, perdamaian, keadilan, dan kemaslahatan dapat menjadi landasan implementasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

RRI.CO.ID, Ende - Pancasila dinilai memiliki peran penting sebagai titik temu keberagaman masyarakat Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, budaya, dan agama. Hal itu disampaikan Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kabupaten Ende, Fhatur Rachman Ola, S.Sos, dalam program Mimbar Agama Islam RRI, Kamis, 1 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Fhatur mengatakan, keberagaman merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT sehingga perbedaan tidak semestinya menjadi sumber perpecahan. Menurutnya, nilai persaudaraan, perdamaian, keadilan, dan kemaslahatan yang diajarkan Islam dapat menjadi landasan dalam mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Ia mengaitkan lima sila Pancasila dengan sejumlah prinsip dalam ajaran Islam, mulai dari ketuhanan, penghormatan terhadap martabat manusia, persatuan, musyawarah, hingga keadilan sosial. Fhatur menyebut keselarasan tersebut antara lain tercermin dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 13 tentang keberagaman manusia, serta ajaran musyawarah dan keadilan dalam Al-Qur'an.

“Dalam konteks kehidupan berbangsa, umat Islam memiliki tanggung jawab untuk ikut memperkuat persatuan Indonesia serta membangun hubungan yang damai dengan pemeluk agama lain. Ia juga mengingatkan agar perbedaan keyakinan tidak dijadikan alasan untuk saling membenci, menjatuhkan, atau memicu konflik sosial”, ucapnya.

Menurut Fhatur, pengamalan nilai Pancasila perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk cara berbicara, bersikap, dan berinteraksi dengan sesama. Nilai agama, katanya, dapat menjadi sumber moral, sementara Pancasila menjadi jembatan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.

Ia juga menyoroti tantangan kehidupan masyarakat di tengah derasnya arus informasi, potensi konflik sosial, dan persoalan moral yang berkembang saat ini. Karena itu, menjaga Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh warga negara melalui praktik persatuan, toleransi, musyawarah, keadilan, dan kepedulian sosial.

Fhatur berharap generasi muda tidak berhenti pada pemahaman terhadap Pancasila, tetapi mampu mengamalkannya secara sadar dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat menghidupkan nilai Pancasila yang sejalan dengan semangat Islam sebagai rahmatan lil alamin, sehingga keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan Indonesia”, ujar Fhatur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....