Diskominfo Sikka Dorong Literasi Digital untuk Memperkuat Kerukunan

  • 02 Okt 2026 12:49 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kepala Diskominfo Sikka menekankan pentingnya literasi digital sebagai upaya menjaga kerukunan masyarakat di tengah keberagaman agama dengan kemampuan menyaring informasi sebelum berbagi di media sosial.
  • Tim insiden siber Diskominfo Sikka secara aktif memantau aktivitas digital dan menemukan tingginya penggunaan media sosial, terutama Facebook, di kalangan masyarakat Flores.
  • Masyarakat dihimbau untuk tidak memberikan interaksi terhadap konten provokatif, ujaran kebencian, hoaks, dan informasi keagamaan yang tidak terverifikasi di platform media sosial.

RRI.CO.ID, Ende - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka, Ferdinand Evensius Edomeko, S.Fil, mendorong penguatan literasi digital sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan masyarakat di tengah keberagaman agama. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan menyaring informasi, terutama konten keagamaan, sebelum memberikan komentar atau membagikannya melalui media sosial.

Ferdinand, kepada RRI, Selasa, 29 September 2026, mengatakan Diskominfo Sikka melalui tim insiden siber memantau aktivitas di ruang digital dan menemukan penggunaan media sosial yang cukup tinggi di masyarakat. Ia menyebut Facebook menjadi salah satu platform yang banyak digunakan masyarakat Flores dan mengingatkan pengguna agar tidak memberikan interaksi terhadap konten provokatif, ujaran kebencian, hoaks, maupun informasi keagamaan yang tidak terverifikasi.

“Penguatan literasi digital dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah dengan materi antara lain cara menghadapi akun palsu, perundungan siber, penyebaran kebencian, dan disinformasi terkait agama. Diskominfo Sikka juga menggandeng sekolah, lembaga swadaya masyarakat, relawan, serta tokoh agama untuk berdiskusi langsung dengan komunitas dan generasi muda mengenai penggunaan ruang digital secara bertanggung jawab”, ucapnya.

Ferdinand menekankan pentingnya menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” saat menerima informasi yang meragukan melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Informasi perlu diperiksa kebenarannya dan dipertimbangkan manfaatnya sebelum diteruskan kepada orang lain.

Ia juga mendorong agar literasi digital diberikan sejak dini melalui pendidikan formal karena penggunaan teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda. Menurutnya, kerja sama dengan Kementerian Pendidikan diperlukan agar literasi digital dapat menjadi bagian dari kurikulum pendidikan dan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi sesaat.

Dalam konteks moderasi beragama, Ferdinand mengajak masyarakat menggunakan ruang digital untuk membangun komunikasi yang saling menghargai di tengah perbedaan keyakinan. Ia menilai konten mengenai persahabatan dan kehidupan bersama antarumat beragama dapat menjadi contoh praktik kerukunan yang disebarluaskan secara positif melalui media sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....