Nasionalisme di Era Digital, Guru Pancasila Dorong Anak Muda Berkarya
- 05 Sep 2026 15:37 WIB
- Ende
Poin Utama
- Nasionalisme generasi muda dapat diwujudkan melalui belajar, berkarya, bertanggung jawab, dan melestarikan budaya.
- Media sosial dapat menjadi ruang kreatif untuk menyebarkan nilai Pancasila serta mempromosikan budaya lokal.
- Guru menghadapi tantangan menjaga nilai Pancasila di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi.
RRI.CO.ID, Kupang – Guru Pendidikan Pancasila SMA Katolik Giovani Kupang, Angelina Megi G. Banggo, S.Pd, mengajak generasi muda memaknai nasionalisme melalui aksi nyata di tengah perubahan zaman.
Hal tersebut disampaikan Megi dalam pembahasan bertajuk “Apa Arti Jadi Orang Indonesia di Zaman Sekarang?” bersama Pro Dua RRI Ende, Senin 10 Agustus 2026.
Megi mengatakan, menjadi orang Indonesia saat ini tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kegiatan seremonial. Menurutnya, generasi muda dapat menunjukkan kecintaan terhadap bangsa dengan memberi manfaat sesuai kapasitas dan bidang masing-masing.
“Nasionalisme anak muda dapat diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, berkarya, bertanggung jawab, dan menjaga budaya bangsa,” ujar Megi.
Ia menilai setiap profesi memiliki ruang untuk berkontribusi terhadap bangsa selama dijalankan dengan tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Menurut Megi, media sosial juga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyebarkan nilai Pancasila sekaligus memperkenalkan identitas Indonesia. Konten kreatif seperti parodi, wawancara, maupun promosi kebudayaan lokal dinilai dapat menjadi sarana mengenalkan nilai kebangsaan kepada masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi, Megi menyebut guru Pendidikan Pancasila menghadapi tantangan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila agar tetap relevan bagi generasi muda.
Pengalaman pembelajaran daring selama pandemi, lanjutnya, menunjukkan pentingnya interaksi tatap muka dalam membentuk karakter, mental, dan kepribadian siswa.
“Peganglah Pancasila sebagai pandangan hidup, kemudian bangun semangat, tanggung jawab, dan toleransi menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Megi menekankan pendidikan karakter tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah. Keluarga dan lingkungan juga memiliki peran penting agar nilai kebangsaan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran.
Ia berharap generasi muda mampu menjadi pribadi yang berdaya guna dan membuktikan kecintaan terhadap Indonesia melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....