Krisis Air Bersih, Pemkab Manggarai Timur Siapkan Sumur Bor di Desa Sisir
- 01 Okt 2026 08:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur merespons krisis air bersih yang dialami warga Desa Sisir, Kecamatan Elar, setelah sumur-sumur di sekitar permukiman mengering selama empat bulan terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan lebih dari 140 kepala keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Winsensius Tala, menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami masyarakat Desa Sisir. Ia memastikan pemerintah daerah akan mengupayakan solusi dengan membangun sumur bor sesuai kebutuhan dan permintaan warga.
"Kami akan terus berusaha mengatasi hal ini. Pemda Matim memastikan tahun depan akan dibangun sumur bor sesuai kebutuhan dan permintaan warga di Desa Sisir," ujar Winsensius.
Rencana tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Desa Sisir yang berharap pembangunan sarana air bersih benar-benar direalisasikan. Warga menilai persoalan kekurangan air bersih telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kembali terjadi setiap musim kemarau.
Seorang warga mengingatkan bahwa rencana pembangunan sarana air bersih di Desa Sisir sebelumnya juga pernah disampaikan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas saat menghadiri kegiatan PMI di desa tersebut pada 2023. Namun, hingga kini janji pembangunan tersebut belum terealisasi sehingga masyarakat berharap rencana pembangunan sumur bor tidak kembali berhenti pada tahap pernyataan.
"Terima kasih atas respons baik dari Pemda Matim. Kami berharap jangan sampai respons ini hanya untuk meredam pemberitaan tentang krisis air di desa kami yang sedang viral," katanya.
Warga tersebut mengatakan, saat kegiatan bersama PMI pada 2023, Bupati Agas Andreas juga telah menyampaikan rencana pembangunan sarana air bersih di Desa Sisir. Menurutnya, rencana tersebut hingga kini belum terealisasi sehingga masyarakat masih menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau.
Saat ini, warga harus menempuh berbagai cara untuk mendapatkan air bersih, termasuk mengantre sejak dini hari di sumber air yang masih tersedia. Sebagian warga bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut air menggunakan sepeda motor.
Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi beban tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki akses terhadap sumber air yang memadai. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar persoalan tersebut dapat ditangani secara berkelanjutan.
Masyarakat Desa Sisir berharap rencana pembangunan sumur bor pada tahun depan benar-benar direalisasikan sesuai kebutuhan warga. Dengan tersedianya sarana air bersih, masyarakat tidak lagi menghadapi kesulitan mendapatkan air setiap kali memasuki musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....