Kemarau Panjang Belum Ganggu Produksi Padi Irigasi Ende

  • 21 Sep 2026 13:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, belum mengganggu produksi padi pada lahan pertanian yang mendapat pasokan air dari jaringan irigasi. Ketersediaan debit air irigasi masih dinilai cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi hingga saat ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir Dean, mengatakan kondisi tersebut berdasarkan pemantauan petugas di sejumlah wilayah pertanian. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai RRI di ruang kerjanya, Senin 21 September 2026.

Gadir menjelaskan kemarau panjang atau kondisi ekstrem yang dipengaruhi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga Desember 2026. Bahkan, kondisi tersebut berpotensi berlangsung lebih lama sehingga petani diminta menyesuaikan pola dan jenis tanaman dengan ketersediaan air.

Menurut Gadir, tanaman padi pada lahan yang teraliri jaringan irigasi masih tumbuh dengan baik karena debit air sejauh ini relatif mencukupi. Dinas Pertanian Kabupaten Ende juga belum menerima laporan signifikan mengenai gangguan terhadap pertumbuhan padi akibat kekurangan air.

Ia menyebut sekitar 4.000 tanaman padi pada lahan irigasi saat ini masih berada dalam fase pertumbuhan vegetatif. Sementara itu, sekitar 10 hektare lahan padi telah memasuki masa panen dengan hasil produksi yang dinilai cukup baik.

“Jadi, khususnya tanaman pangan padi irigasi, debit airnya masih bagus,” ujar Gadir. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat produksi padi pada lahan irigasi masih dapat dipertahankan di tengah kemarau panjang.

Untuk menghadapi keterbatasan air, Dinas Pertanian Ende juga mendorong penggunaan varietas padi berumur genjah pada lahan yang memiliki sumber air irigasi. Strategi ini dilakukan agar masa tanam hingga panen dapat disesuaikan dengan kondisi ketersediaan air selama musim kemarau.

Berbeda dengan lahan irigasi, padi pada lahan tadah hujan untuk sementara belum dapat ditanam karena sepenuhnya bergantung pada curah hujan. “Kalau padi di lahan tadah hujan, untuk sementara tidak bisa ditanam karena sumber airnya datang dari air hujan,” kata Gadir.

Dinas Pertanian Kabupaten Ende terus memantau kondisi debit air dan perkembangan tanaman pangan di lapangan. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi dampak kemarau berkepanjangan sekaligus memastikan lahan pertanian yang masih memiliki sumber air tetap produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....