Hampir Dua Tahun di Huntara, Penyintas Lewotobi Sambut Relokasi
- 21 Sep 2026 13:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, FLORES TIMUR – Warga penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang kini menghuni Hunian Sementara atau Huntara menyambut gembira rencana relokasi ke Hunian Tetap atau Huntap. Setelah hampir dua tahun tinggal di tempat penampungan sementara, warga berharap proses pemindahan dapat segera direalisasikan.
Salah seorang penyintas di Huntara, Erlin, mengaku bahagia mendengar kepastian rencana relokasi yang disiapkan pemerintah. Ia mengatakan warga mulai merasa jenuh karena telah cukup lama tinggal di lingkungan Huntara.
"Saya begitu bahagia mendengar kata relokasi. Karena kami sudah kurang lebih dua tahun tinggal di Huntara ini," katanya kepada RRI Senin 21 Septmeber 2026.
Erlin menilai relokasi ke Huntap menjadi harapan baru bagi warga penyintas yang selama ini tinggal di tempat penampungan sementara. Ia berharap proses pemindahan dapat segera dilakukan sehingga warga bisa kembali menjalani kehidupan dengan kondisi hunian yang lebih permanen.
Kepala Desa Klatanlo, Petrus Muda Kurang, mengatakan dinamika pro dan kontra warga terkait relokasi yang muncul pada awal masa pengungsian kini telah mereda. Menurutnya, masyarakat saat ini pada umumnya telah siap untuk dipindahkan ke Huntap.
"Awal-awal memang ada pro-kontra. Tapi untuk sekarang ini, warga pada umumnya sudah siap untuk ke Huntap, baik yang di Huntara maupun pengungsi mandiri," kata Petrus.
Pemerintah Desa Klatanlo bersama BPBD juga telah memiliki data warga yang siap menempati Huntap melalui skema terpadu maupun mandiri. Data tersebut menjadi bagian dari persiapan pemerintah dalam proses relokasi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Selain kesiapan pemindahan, warga juga berharap pembangunan Huntap dilengkapi fasilitas dasar yang memadai. Fasilitas yang diharapkan antara lain rumah ibadah, layanan kesehatan, sekolah, hingga kantor pemerintahan untuk mendukung kehidupan masyarakat di lokasi hunian baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....