Kesbangpol NTT Dorong Anak Muda Bijak Bermedia Sosial

  • 20 Sep 2026 07:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong generasi muda meningkatkan kemampuan menyaring informasi sebelum membagikannya di media sosial. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan informasi provokatif yang dapat mengganggu persatuan masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Noldy Hosea Pellokila mengatakan perkembangan teknologi digital memberikan manfaat besar bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan memeriksa sumber dan memahami konteks informasi.

“Saya tanamkan selalu budaya saring sebelum sharing. Masyarakat harus punya kemampuan untuk menyaring informasi sebelum membagikannya,” kata Noldy dalam program Kita Indonesia Pro 1 RRI, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Noldy, perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi tidak boleh berkembang menjadi penghinaan, fitnah, provokasi, maupun permusuhan. Penggunaan media sosial secara bertanggung jawab menjadi salah satu cara menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kesbangpol NTT juga melakukan edukasi kepada pelajar dan mahasiswa mengenai wawasan kebangsaan serta kemampuan menghadapi hoaks dan provokasi. Generasi muda didorong untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar sebelum memastikan kebenarannya.

“Generasi muda harus menjadi generasi Pancasila yang bijak dalam bermedia sosial. Kita manfaatkan media sosial untuk penguatan diri dan kapasitas diri, bukan menjadi bagian dari penyebar hoaks dan disinformasi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....