Evaluasi Tanggap Darurat Gempa, Gubernur NTT: Penanganan Sesuai Kondisi Daerah
- 14 Sep 2026 15:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende: Masa tanggap darurat gempa Flores M7,7 tak lagi bisa diberlakukan dengan pola yang sama di seluruh wilayah. Kondisi di tujuh kabupaten terdampak menunjukkan tingkat kebutuhan dan pemulihan yang berbeda. Karena itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena meminta setiap pemerintah daerah mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, saat memimpin rapat evaluasi penanganan bencana secara virtual, Sabtu 12 September 2026.
Melki menegaskan, perpanjangan masa tanggap darurat harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kerusakan, kondisi pengungsian, pelayanan dasar, hingga kemampuan daerah. Nagekeo memperpanjang tanggap darurat 14 hari hingga 27 September, sementara Manggarai Timur hingga 19 September. Ngada memperpanjang tiga hari hingga 15 September.
Ende dan Manggarai masih mengevaluasi kondisi, sedangkan Sikka dan Manggarai Barat mengakhiri masa tanggap darurat pada 12 September dan masuk tahap Transisi Darurat ke Pemulihan selama 30 hari. “Perpanjangan masa tanggap darurat di masing-masing kabupaten harus dicermati betul sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing. Kita harus memastikan keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan kebutuhan dan situasi riil di lapangan,” kata Gubernur Melki.
Ia juga meminta Bantuan Presiden sebesar Rp20 miliar untuk masing-masing kabupaten dan Rp40 miliar bagi Pemprov NTT dimanfaatkan secara optimal. Di Ngada, lebih dari 200 kepala keluarga tercatat mengalami kerusakan rumah kategori berat dan pembangunan hunian sementara ditargetkan rampung sekitar 1,5 bulan.
Di tengah pemulihan, ancaman gempa susulan masih membayangi warga Flores. BMKG mencatat hingga 12 September pukul 06.00 Wita telah terjadi 14.857 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 6,2. Sebanyak 185 gempa dirasakan masyarakat dan 38 kejadian bermagnitudo di atas 5.
Meski aktivitas kegempaan menunjukkan tren penurunan dari minggu ke minggu, BMKG mengingatkan masyarakat tetap waspada, menjauhi bangunan rusak, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pemprov NTT kini mulai menyiapkan langkah setelah masa darurat berakhir, termasuk relaksasi utang masyarakat terdampak, usulan pembebasan UKT bagi mahasiswa dari tujuh kabupaten, serta dukungan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi melalui R3P.
Dukungan lintas perangkat daerah juga terus diperkuat, termasuk logistik, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga dukungan psikososial. Melki menegaskan, penanganan gempa tidak boleh berhenti ketika status tanggap darurat berakhir, tetapi harus berlanjut sampai kehidupan masyarakat pulih dan wilayah Flores dapat dibangun kembali dengan lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....