Renungan Pagi Ingatkan Bahaya Mengabaikan Peringatan Tuhan

  • 29 Agt 2026 14:06 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Ev. Teresia Woi menyampaikan pesan bahwa umat Kristiani tidak boleh mengabaikan peringatan Tuhan melalui Renungan Mutiara Pagi Pantekosta di RRI Ende pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
  • Berdasarkan Wahyu 2:21, Tuhan memberikan waktu dan kesempatan untuk bertobat, namun manusia memiliki kebebasan untuk menghiraukan atau menerima peringatan tersebut.
  • Kesabaran Tuhan terhadap manusia yang berdosa merupakan kesempatan untuk meninggalkan jalan yang salah dan kembali kepada-Nya dengan tulus.

RRI.CO.ID, Ende - Renungan Mutiara Pagi Pantekosta yang disiarkan Pro 1 RRI Ende, Sabtu, 29 Agustus 2026, mengingatkan umat Kristiani agar tidak mengabaikan peringatan Tuhan dan menggunakan kesempatan yang diberikan untuk bertobat. Pesan tersebut disampaikan Ev. Teresia Woi dari Jemaat GPPS Petra Ende dengan mengangkat tema “Tak Hiraukan Peringatan Tuhan”.

Dalam renungannya, Teresia mengutip Wahyu 2:21 yang menegaskan bahwa Tuhan memberikan waktu untuk bertobat, tetapi manusia dapat memilih untuk tidak menghiraukannya. Ia menjelaskan, kesabaran Tuhan terhadap manusia yang berdosa merupakan kesempatan untuk meninggalkan jalan yang salah dan kembali kepada-Nya.

Teresia mengatakan, peringatan tersebut tetap relevan dalam kehidupan saat ini ketika sebagian orang lebih memilih mempercayai berhala, praktik perdukunan, maupun hal-hal yang dianggap bertentangan dengan iman kepada Tuhan. Menurutnya, sikap menutup hati dan telinga terhadap berita keselamatan dapat membawa manusia pada konsekuensi dari pilihan dan perbuatannya sendiri.

Ia juga mengaitkan pesan tersebut dengan pengalaman bangsa Yehuda pada zaman Nabi Yeremia yang menolak mendengarkan peringatan Tuhan mengenai penyembahan berhala. Penolakan terhadap nasihat Tuhan, menurut renungan tersebut, menunjukkan kecenderungan manusia mengikuti keinginan diri dan kehendak daging daripada hidup dalam ketaatan.

Mengutip 2 Petrus 3:9, Tresia menekankan bahwa Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, melainkan bersabar karena menghendaki agar manusia tidak binasa dan semua orang berbalik serta bertobat. Pesan itu sekaligus menjadi ajakan bagi umat untuk tidak menunda pertobatan ketika masih diberikan kesempatan.

Renungan ditutup dengan doa pengakuan dan permohonan pengampunan atas ketidaktaatan serta dosa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Mutiara Pagi Pantekosta, pendengar diajak menjadikan peringatan Tuhan sebagai bahan introspeksi dan menjalani aktivitas dengan sikap yang mencerminkan iman dalam perkataan maupun perbuatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....