Dewasa Dalam Iman Melalui Ketekunan Membaca Firman

  • 23 Mei 2026 11:15 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Renungan “Mutiara Pagi Pentakosta” mengangkat tema “Dewasa dalam Iman”.
  • Kedewasaan iman ditandai hati nurani yang bersih dan hidup kudus.
  • Firman Tuhan diyakini mampu mengubah kehidupan dan membangun karakter.

RRI.CO.ID, Ende - Evangelis Theresia Wo’i dari GPPS Petra Ende mengajak umat Kristiani untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa dalam iman melalui ketekunan membaca dan merenungkan firman Tuhan. Ajakan tersebut disampaikan dalam program Mutiara Pagi Pentakosta yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Ende, Sabtu, 23 Mei 2026.

Theresia Wo’i mengatakan, kedewasaan iman ditandai dengan hati nurani yang bersih, suci, dan menjauhi hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah. Menurutnya, kehidupan yang menjaga kekudusan akan berdampak pada hubungan yang baik dengan Tuhan maupun sesama manusia. Renungan diangkat dari Kisah Para Rasul 17:11 tentang orang-orang Yahudi di Berea yang menerima firman Tuhan dengan kerelaan hati dan setiap hari menyelidiki Kitab Suci.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya menerima firman Tuhan dengan rendah hati, sekalipun firman tersebut menegur dan mengoreksi kehidupan umat percaya. Firman Tuhan, kata dia, memiliki kuasa untuk mengubah kehidupan, membangun karakter, menguatkan iman, serta memberi pengharapan bagi setiap orang percaya.

“Firman Tuhan menghasilkan kehidupan, menimbulkan iman, mendatangkan perubahan, membangun karakter, dan memberikan pengharapan,” ujarnya.

Theresia juga mengingatkan umat agar tidak hanya membaca firman Tuhan, tetapi juga menyelidiki dan merenungkannya setiap hari dengan tuntunan Roh Kudus agar memahami maksud kehendak Allah dalam kehidupan.

Ia mengajak umat untuk menjadi pelaku firman dalam kehidupan sehari-hari serta membagikan kasih Tuhan kepada sesama manusia. Melalui renungan itu, umat diajak melakukan refleksi diri mengenai kehidupan iman masing-masing, apakah telah memiliki hati yang bersih, menerima firman dengan kerelaan hati, serta tekun membaca dan merenungkan Kitab Suci.

Di akhir renungan, Theresia Wo’i mengajak seluruh pendengar untuk terus menjadikan firman Tuhan sebagai “sarapan rohani” yang memberikan kekuatan dan pengharapan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....