Adat Nua Ende Dinilai Cerminan Nilai Pancasila Indonesia

  • 15 Agt 2026 17:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Adat dan kearifan lokal masyarakat Nua Ende dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila sekaligus mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Ketua Tim Penggagas Pembentukan Dewan Adat Nua Ende, Jafar Ahmad, mengatakan nilai toleransi, kebersamaan, dan gotong royong telah hidup dalam masyarakat jauh sebelum Indonesia merdeka.

Menurut Jafar Ahmad, nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari akar budaya yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menyebut masyarakat Nua Ende memiliki tanggung jawab untuk terus merawat warisan leluhur agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. “Pancasila itu sumber akar budaya bangsa Indonesia. Toleransi, kebersamaan, gotong royong, itu diwariskan oleh leluhur kita,” ujar Jafar Ahmad dalam dialog bersama RRI, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menilai perkembangan zaman telah menyebabkan sebagian praktik adat mulai mengalami pergeseran. Karena itu, penguatan kembali lembaga adat di tingkat komunitas dinilai penting untuk menjaga kebersamaan dan identitas masyarakat.

Jafar mengatakan nilai gotong royong menjadi salah satu warisan adat yang perlu dihidupkan kembali dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, semangat membantu sesama secara bersama-sama tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan masyarakat ketika menghadapi persoalan sosial dan bencana.

Ia juga mendorong pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk membangun komunikasi secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar persoalan-persoalan di tingkat masyarakat dapat diselesaikan bersama sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Dari kecil kita merawat Indonesia, dari adat dan budaya itu kita rawat baik-baik. Kalau kita bisa merawat ini secara kecil, Indonesia akan tetap aman,” katanya.

Jafar berharap momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga menghidupkan nilai persaudaraan, toleransi, dan gotong royong. Ia menegaskan adat harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....