Luas Tanam Padi Ende Turun akibat Serangan Hama Tikus
- 20 Jul 2026 17:52 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Luas tanam dan luas panen padi di Kabupaten Ende pada periode Januari–Juni 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi serangan hama tikus pada musim tanam pertama (MT I) yang memicu gagal tanam di sejumlah lahan dan menggeser jadwal panen petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ibrahim Gadir Dean, mengatakan luas panen padi Januari–Juni 2026 tercatat mencapai 5.069,01 hektar. Angka itu turun sekitar 255,34 hektar dibandingkan Januari–Juni 2025 yang mencapai 5.324,35 hektar.
Menurut Ibrahim, penurunan luas panen terjadi di sejumlah kecamatan dengan tingkat pengurangan yang cukup signifikan, meski beberapa wilayah masih mencatat peningkatan. Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu 15 juli 2026.
Selain luas panen, luas tanam padi juga mengalami penurunan dari 4.833,33 hektar pada Januari–Juni 2025 menjadi 4.575,99 hektar pada periode yang sama tahun 2026. Penurunan terbesar terjadi di Kecamatan Maurole, Detukeli, dan Wewaria, sementara Maukaro, Wolojita, serta Kelimutu justru mencatat peningkatan luas tanam.
Ibrahim menjelaskan serangan hama tikus menyerang area persemaian pada musim tanam pertama sehingga sebagian lahan mengalami gagal tanam. Akibatnya, petani harus melakukan penanaman ulang yang berdampak pada mundurnya jadwal tanam dan panen di sejumlah wilayah.
"Kondisi itu menyebabkan luas panen yang tercatat hingga Juni 2026 menjadi lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena sebagian tanaman masih berada pada fase pertumbuhan," ujarnya.
Meski terjadi penurunan luas tanam dan panen, sektor pertanian Kabupaten Ende masih menunjukkan produktivitas yang relatif baik. Data Dinas Pertanian mencatat produktivitas rata-rata mencapai 5,17 ton per hektar dengan total produksi padi sebesar 30.543,78 ton pada Januari–Juni 2026.
Kontribusi produksi terbesar berasal dari Kecamatan Wewaria, Kotabaru, dan Maurole yang menjadi sentra produksi padi di Kabupaten Ende. Capaian tersebut dinilai masih memberikan optimisme terhadap pemenuhan target produksi padi hingga akhir tahun.
Sementara itu, data prognosa Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juli 2026 mencatat luas panen sekitar 4.142,7 hektar dengan estimasi produksi sebesar 17.794,1 ton. Ibrahim menjelaskan perbedaan angka tersebut disebabkan metode penghitungan yang digunakan kedua instansi tidak sama.
Menurutnya, BPS menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) untuk menyusun proyeksi atau estimasi beberapa bulan ke depan, sedangkan Dinas Pertanian memakai data realisasi berdasarkan kondisi lapangan. Perbedaan ini bukan karena datanya bertentangan, tetapi karena pendekatan yang digunakan berbeda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....