Jembatan Ledagoba Diresmikan, Akses Warga Sikka Terbuka
- 14 Agt 2026 19:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Jembatan Ledagoba di RT/RW 012/006, Dusun Woloara, Desa Dobo, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, resmi menjadi bagian dari 895 Jembatan Merah Putih Presisi yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kamis 13 Agustus 2026. Peresmian diikuti secara virtual melalui Zoom Meeting yang dipusatkan di lokasi jembatan sejak pukul 10.00 hingga 12.00 Wita.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., Camat Mego Markus Kustandi Lerang, S.Sos., serta sejumlah pejabat dan personel Polres Sikka. Peresmian berlangsung aman dan tertib, sekaligus menandai hadirnya infrastruktur penghubung yang diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat pedesaan.
Jembatan Ledagoba dibangun oleh Polri pada 17 hingga 23 Februari 2026 melalui Program Jembatan Merah Putih Presisi. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur dasar di wilayah yang membutuhkan akses penghubung antarkawasan.
Bagi masyarakat Desa Dobo dan sekitarnya, keberadaan jembatan tidak hanya berkaitan dengan akses kendaraan maupun pejalan kaki. Infrastruktur ini membuka jalur menuju pusat pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Kondisi geografis Nusa Tenggara Timur yang memiliki wilayah perbukitan dan akses antarkawasan yang tidak selalu mudah membuat keberadaan jembatan memiliki arti strategis. Akses yang lebih baik dapat membantu petani mengangkut hasil produksi, pedagang menjangkau konsumen, serta masyarakat memperoleh pelayanan publik dengan lebih mudah.
Program Jembatan Merah Putih Presisi juga menunjukkan keterlibatan Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat di luar tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu bentuk kehadiran negara yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung di tingkat desa.
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno bersama jajaran mengikuti seluruh rangkaian peresmian dari lokasi Jembatan Ledagoba. Setelah kegiatan berakhir, sekitar pukul 12.41 Wita, rombongan meninggalkan lokasi dan kembali menuju Maumere.
Peresmian 895 jembatan secara nasional menjadi momentum untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun tidak berhenti pada seremoni. Jembatan Ledagoba juga membutuhkan pemeliharaan dan pemanfaatan secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Bagi warga di wilayah pedesaan, jembatan pada akhirnya bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Ledagoba menjadi penghubung mobilitas, kegiatan ekonomi, pelayanan dasar, sekaligus harapan masyarakat terhadap akses pembangunan yang semakin terbuka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....