Dinkes Manggarai Timur Dorong Perluasan Sasaran Program MBG
- 10 Agt 2026 15:00 WIB
- Ende
Poin Utama
- Pemenuhan gizi sejak kehamilan menjadi kunci utama mencegah lahirnya kasus stunting baru sekaligus menjaga keselamatan ibu saat persalinan, menurut Dr. Surip Tintin.
- Data EPPBGM menunjukkan angka stunting di Manggarai Timur mencapai 8,4 persen, sementara 17 persen ibu hamil mengalami kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia.
- Intervensi gizi sejak masa kehamilan terbukti memberikan hasil positif, termasuk meningkatkan kadar hemoglobin dan berat janin pada ibu hamil yang mendapatkan makanan tambahan.
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur mendorong perluasan sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan balita sebagai kelompok prioritas dalam pencegahan stunting. Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, dr. Surip Tintin, dalam Dialog Makan Bergizi Gratis (MBG) RRI, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Dr. Surip Tintin mengatakan, pemenuhan gizi sejak kehamilan menjadi salah satu kunci mencegah lahirnya kasus stunting baru sekaligus menjaga keselamatan ibu saat persalinan. Berdasarkan hasil penimbangan melalui Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM), angka stunting di Manggarai Timur saat ini berada di 8,4 persen, sementara sekitar 17 persen ibu hamil mengalami kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia.
Menurutnya, kondisi gizi ibu hamil perlu mendapat perhatian serius karena kekurangan gizi dan anemia dapat memengaruhi kesehatan ibu serta pertumbuhan janin. Ia menilai intervensi sejak masa kehamilan tetap dapat memberikan hasil positif, termasuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan berat janin pada ibu hamil yang mendapatkan pemberian makanan tambahan.
Dalam dialog tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Lidia Sanggut, S.Gz, menjelaskan bahwa sasaran intervensi MBG mencakup ibu hamil pada seluruh usia kehamilan, ibu menyusui, bayi hingga usia enam bulan, serta ibu menyusui sampai anak berusia 24 bulan. Untuk ibu hamil dengan KEK atau anemia, penanganan menjadi prioritas karena berada pada kelompok yang membutuhkan intervensi gizi lebih intensif.
Saat ini, kata dr. Surip, terdapat tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Manggarai Timur dengan total sasaran lebih dari 10 ribu penerima manfaat, namun baru sekitar 954 orang dari kelompok ibu hamil, bayi, dan balita yang terlayani. Karena itu, Dinas Kesehatan berharap porsi sasaran kelompok tersebut dapat diperluas pada tahun-tahun mendatang, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemberian makanan tambahan dari pemerintah daerah dan desa.
Selain mengandalkan MBG, kedua narasumber mengingatkan pentingnya konsumsi pangan lokal, seperti ikan, telur, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan, serta kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah. Dinas Kesehatan juga menekankan peran suami, keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam memastikan kebutuhan gizi terpenuhi setiap hari sebagai bagian dari upaya mewujudkan Manggarai Timur bebas stunting menuju generasi sehat, cerdas, dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....