Komunitas Leye Lestarikan Pangan Lokal Satukan Generasi Muda Lembata
- 05 Agt 2026 07:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Komunitas Leye Leuhoe di Desa Hoelea, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata terus melestarikan pangan lokal leye ( Jali - jali ) sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus mengajak generasi muda mencintai pangan tradisional.
Ketua Komunitas Leye Leuhoe, Yohan Edangwala, mengatakan komunitas tersebut dibentuk pada tahun 2023 dengan melibatkan anak muda dan perempuan desa. Menurutnya, leye bukan sekadar bahan pangan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat adat.
"Leye bukan hanya pangan lokal, tetapi menjaga leye sama dengan menjaga budaya yang sudah diwariskan kepada kami," kata Yohan dalam program Komunitas Bicara RRI Ende, Senin, 3 Agustus 2026.
Leye merupakan tanaman biji-bijian atau jali-jali yang telah lama dikonsumsi masyarakat adat Leuhoe Di Desa Hoelea II, Kabupaten Lembata. Pada tradisi tertentu, beberapa perempuan dari tiga suku adat diwajibkan mengonsumsi leye sebagai makanan pokok sepanjang hidup mereka.
Komunitas kini mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar leye, seperti kopi leye, sereal, dan cookies. Produk tersebut telah dipasarkan di wilayah Kabupaten Lembata sebagai bentuk pengembangan pangan lokal.
Selain mengolah hasil panen, anggota komunitas juga belajar memilih benih berkualitas dengan menggali kembali pengetahuan lokal para tetua adat. Langkah itu dilakukan agar produksi leye tetap berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Yohan berharap semakin banyak generasi muda tertarik menanam dan mengonsumsi leye. Ia juga mengharapkan dukungan yang lebih luas dari pemerintah agar leye berkembang menjadi salah satu alternatif pangan selain beras dan sorgum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....