Antropologi : Bencana Bermula dari Alam, Dampaknya Ditentukan Manusia
- 31 Jul 2026 14:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Bencana alam tidak hanya dipengaruhi oleh faktor geologi maupun cuaca ekstrem, tetapi juga oleh perilaku manusia dalam mengelola lingkungan. Karena itu, upaya mitigasi dinilai perlu memperhatikan aspek sosial dan budaya selzain faktor alam.
Pandangan tersebut disampaikan Nadya Najmi Putri, S.Sos., calon mahasiswa S2 Antropologi, dalam program OBRAS (Obrolan SPADA) Pro 2 RRI Ende, Rabu 29 Juli 20206. Menurutnya, antropologi melihat bencana sebagai peristiwa yang melibatkan hubungan erat antara manusia, lingkungan, dan budaya.
| Baca juga: Ombudsman NTT Tegaskan PIP tanpa Potongan |
Nadya menjelaskan kerusakan lingkungan, pembangunan di kawasan rawan, hingga perubahan tata guna lahan dapat memperbesar dampak bencana. "Yang membuat dampaknya menjadi lebih besar itu sebenarnya bukan faktor alam, tetapi faktor manusianya sendiri," ujarnya.
Ia mengatakan setiap daerah memiliki cara berbeda dalam memaknai bencana sesuai budaya dan kepercayaan yang berkembang. Cara pandang tersebut kemudian memengaruhi bagaimana masyarakat mengambil keputusan ketika menghadapi situasi darurat.
Menurut Nadya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya membangun kembali rumah dan fasilitas umum. "Pemulihan bukan hanya soal membangun rumah, tetapi juga membangun kembali kepercayaan, rasa aman, dan kehidupan sosial masyarakat," katanya.
Pengalaman saat berada di Aceh ketika banjir besar terjadi membuatnya memahami pentingnya kesiapsiagaan. Meski tidak terdampak langsung, padamnya listrik, terputusnya jaringan komunikasi, dan terbatasnya akses menjadi tantangan yang dirasakan masyarakat.
Ia menilai pendekatan berbasis budaya perlu menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana di Indonesia. Dengan memahami karakter masyarakat setempat, edukasi dan kebijakan dinilai akan lebih mudah diterima serta diterapkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....