Diaspora Manggarai Siap Menggelar Festival Budaya di Anjungan NTT TMII

  • 28 Jul 2026 12:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta — Ikatan Keluarga Manggarai Jabodetabek (IKAMADA) akan menggelar Festival Budaya Manggarai di Anjungan Nusa Tenggara Timur (NTT), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Minggu 2 Agustus 2026 mendatang. Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu akan menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional, seperti Tari Caci, Sanda, Mbata, Danding, Rangkuk Alu, hingga joget bersama yang diiringi lagu-lagu khas Indonesia Timur.

Ketua IKAMADA, Rikard Bagun, mengatakan festival tersebut menjadi wadah untuk menampilkan kekayaan budaya Manggarai kepada masyarakat luas. Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan sekaligus mempromosikan warisan budaya Manggarai agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Rikard menjelaskan, Festival Budaya Manggarai akan menjadi agenda rutin IKAMADA sebagai paguyuban warga Manggarai yang berdomisili di wilayah Jabodetabek. Organisasi tersebut juga akan memperbanyak kegiatan budaya, seperti misa raya dan pentas seni, guna mempererat tali silaturahmi antarsesama perantau.

Penanggung Jawab Festival Budaya Pentas Caci 2026, Gaudens Wodar, menegaskan bahwa caci merupakan simbol kebanggaan masyarakat Manggarai yang mengandung nilai budaya dan spiritual. Menurutnya, tradisi itu tidak sekadar pertunjukan, melainkan mencerminkan ketangkasan, sportivitas, penghormatan, keberanian, serta ungkapan syukur yang diwariskan secara turun-temurun.

Gaudens menjelaskan tema festival tahun ini adalah "Reko B'eo Tanah Kuni Agu Kalo", yang bermakna mencintai dan merawat nilai-nilai budaya sebagai fondasi kehidupan. Tema tersebut mengajak masyarakat Manggarai untuk terus mengingat tanah kelahiran sebagai identitas dan asal-usul, meskipun berada di perantauan.

Ia menambahkan bahwa tradisi caci dijalankan berdasarkan norma dan etika yang ketat sehingga setiap pertarungan berlangsung dalam semangat persaudaraan. Karena itu, ia berharap pemerintah terus memberikan dukungan agar caci sebagai warisan budaya dan spiritual dapat terus dilestarikan.

Ketua Panitia Festival Budaya Pentas Caci 2026, Libertus Jehani, mengatakan kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari dengan melibatkan berbagai komunitas diaspora Manggarai di Jabodetabek. Selain pentas caci dan danding, festival juga dimeriahkan kirab budaya, Tari Ndundudake yang dibawakan generasi muda Manggarai, serta goyang massal yang diiringi lagu "Sini Senang" dan "Kokor Gola" sebagai penutup acara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....