Perkumpulan Berguna Ajak Anak Muda Siaga Hadapi Bencana Bersama

  • 27 Jul 2026 13:11 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Perkumpulan Berguna berdiri sejak 2014 dengan fokus pada mitigasi bencana, edukasi masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
  • Organisasi didirikan oleh geolog independen Vino Montero yang prihatin terhadap rendahnya kesiapsiagaan masyarakat di kawasan rawan bencana.
  • Program yang dijalankan meliputi pelatihan water rescue, pendampingan desa, pemetaan risiko bencana, serta edukasi mitigasi.
  • Perkumpulan Berguna aktif melakukan penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, dan reboisasi daerah resapan air.
  • Gerakan tersebut mulai menunjukkan dampak positif terhadap ekosistem sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat menjadi relawan.

RRI.CO.ID, Kupang - Program Obrolan Spada Pro 2 RRI Ende menghadirkan geolog independen sekaligus pendiri Perkumpulan Berguna, Fino Montero, Rabu 17 Juni 2026. Dalam diskusi bertema "Berguna Saat Bencana: Anak Muda Bergerak, Lingkungan Terjaga" Vino membagikan pengalaman membangun gerakan edukasi kebencanaan dan pelestarian lingkungan di Nusa Tenggara Timur sejak 2014.

Perkumpulan Berguna lahir dari keresahan Fino melihat rendahnya kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di kawasan Ring of Fire, yang memiliki potensi gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, hingga kekeringan berkepanjangan. Berbekal latar belakang sebagai geolog dan pegiat lingkungan, ia membangun organisasi yang berfokus pada edukasi mitigasi bencana, pendampingan masyarakat dan pelestarian ekosistem.

Dalam perbincangan tersebut, Finp menegaskan bahwa mitigasi bencana harus dimulai dari perubahan cara pandang masyarakat terhadap lingkungan sekitar. "Banyak orang menganggap mata air yang mengering sebagai hal biasa, padahal itu merupakan tanda adanya gangguan lingkungan yang harus segera ditangani bersama," ujarnya.

Selain edukasi, Perkumpulan Berguna juga rutin melaksanakan pelatihan penyelamatan di air atau water rescue, terutama bagi masyarakat di Flores Timur dan Lembata yang aktivitasnya tidak terlepas dari laut. "Kami ingin masyarakat memiliki kemampuan menyelamatkan diri ketika terjadi kecelakaan di laut maupun saat bencana datang, karena kesiapan adalah kunci mengurangi risiko korban jiwa," kata Fino.

Organisasi tersebut juga mendampingi pemerintah desa dan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam memetakan potensi bencana serta menyusun rencana penanggulangan sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Belajar dari erupsi Gunung Lewotobi, Perkumpulan Berguna mendorong pembentukan titik kumpul, kesiapan armada evakuasi, serta perlindungan bagi kelompok rentan dan ternak yang berada di kawasan rawan.

Di bidang pelestarian lingkungan, Berguna secara konsisten menggerakkan penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, serta reboisasi di daerah resapan air untuk memulihkan ekosistem. Konsistensi gerakan tersebut mulai menunjukkan hasil berupa, meningkatnya debit beberapa mata air dan kembalinya sejumlah spesies ikan di kawasan pesisir.

"Dampak lainnya adalah masyarakat yang semula meragukan kerja kami, kini banyak bergabung menjadi relawan," ujarnya.

Menutup dialog, Fino mengajak generasi muda mengambil peran aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ia menegaskan bahwa bencana alam memang tidak selalu dapat diprediksi, namun pengetahuan, latihan, dan kolaborasi sejak dini mampu mengurangi risiko serta menyelamatkan lebih banyak nyawa. Perkumpulan Berguna juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan melalui kanal media sosial resmi organisasi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....