Hutan Penentu Keselamatan Manusia dari Ancaman Bencana
- 27 Jul 2026 15:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Hutan bukan sekadar kawasan hijau, tetapi benteng utama yang melindungi manusia dari berbagai ancaman bencana alam. Kerusakan tutupan hutan meningkatkan risiko banjir, longsor, dan krisis air yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Koordinator Komunitas Hutan Terakhir (KATHARI), Arman Seli, dalam program OBRAS Pro 2 RRI Ende, Rabu 15 Juli 2026. Menurutnya, pohon menyerap, menyimpan, lalu melepaskan air hujan secara bertahap sehingga mampu mengurangi potensi banjir saat hujan deras.
Arman menjelaskan, akar pohon mengikat tanah di lereng sehingga mampu menekan risiko erosi dan bencana longsor. Berkurangnya tutupan hutan membuat air hujan langsung menghantam tanah dan mempercepat kerusakan lingkungan di berbagai wilayah.
Ia mencontohkan banjir di pesisir Palu dan Donggala yang dipicu menurunnya kemampuan lingkungan menyerap air hujan. Aktivitas pertambangan, pembukaan lahan, dan kebakaran hutan turut mempercepat hilangnya fungsi perlindungan alami bagi masyarakat sekitar.
Arman menegaskan, bencana tidak sepenuhnya dipicu faktor alam, melainkan akumulasi kerusakan lingkungan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Menurutnya, merusak hutan sama artinya menabung bencana yang dampaknya baru dirasakan beberapa tahun kemudian.
Ia menilai pembangunan wilayah harus tetap menyediakan ruang terbuka hijau dan hutan kota sebagai perlindungan lingkungan. Kebijakan tata ruang yang mengabaikan hutan berpotensi meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap berbagai ancaman bencana di masa depan.
Arman menegaskan, menjaga hutan merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi kehidupan dan keselamatan manusia dari berbagai bencana. Semakin baik kondisi hutan dipertahankan, semakin besar kemampuan alam melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....