Kemenag Manggarai Dorong Guru Madrasah Perkuat Moderasi Beragama dan Ekoteologi
- 24 Jul 2026 14:20 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Penguatan moderasi beragama dan kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari dunia pendidikan. Pesan tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, Marcelinus Masri, saat membuka Workshop Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG-MI) di MIN 1 Manggarai, Rabu, 22 Juli 2026.
Kegiatan yang diikuti 40 guru itu menjadi momentum memperkuat implementasi dua program prioritas Kementerian Agama, yakni moderasi beragama dan ekoteologi, dalam proses pembelajaran di madrasah. Marcelinus kemukakan moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta penghormatan terhadap keberagaman.
Ia menegaskan moderasi beragama bukanlah upaya mengubah ajaran agama, melainkan membangun kehidupan beragama yang mampu menghargai perbedaan dan memperkuat harmoni di tengah masyarakat. "Moderasi beragama harus dipahami sebagai komitmen bersama. Nilai-nilai moderasi harus tumbuh dari kesadaran setiap individu agar mampu memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.
Marcelinus mengajak para guru untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan melalui pendekatan ekoteologi. Menurutnya, persoalan lingkungan hidup tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan teknis maupun kebijakan semata, tetapi juga membutuhkan kesadaran moral dan spiritual yang berakar pada nilai-nilai agama.
Penguatan ekoteologi sendiri merupakan salah satu prioritas Kementerian Agama sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 244 Tahun 2025 tentang Asta Protas Kementerian Agama. Oleh karena itu madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.
"Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Kesadaran mencintai dan merawat alam harus dimulai dari diri sendiri serta diwujudkan melalui tindakan nyata di lingkungan tempat kita hidup dan bekerja," ujarnya.
Ia berharap para guru dapat menjadi teladan dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dan kepedulian lingkungan, baik di dalam kelas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Workshop kemudian ditutup dengan penanaman pohon di lingkungan MIN 1 Manggarai sebagai simbol komitmen bersama dalam mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....