Penguatan Ekoteologi Dorong Kepedulian Umat Menjaga Kelestarian Lingkungan Bum

  • 03 Jul 2026 13:44 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kerusakan lingkungan dinilai berkaitan dengan persoalan moral, spiritual, dan tanggung jawab keagamaan.
  • Keteladanan Nabi Muhammad SAW mencakup menanam pohon, menghemat air, menjaga kebersihan, dan melindungi alam.
  • Penguatan ekoteologi diharapkan mendorong gerakan konservasi, pengelolaan sampah, serta pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan demi kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang.

RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Ende, Abdul Aziz Yasin, S.Sy., mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai ekoteologi sebagai landasan membangun kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Ajakan tersebut disampaikan dalam program Mutiara Pagi Islam RRI Ende, Jumat, 3 Juli 2026, dengan mengangkat tema Penguatan Ekoteologi untuk Lingkungan yang Lestari.

Menurut Abdul Aziz Yasin, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini tidak hanya dipengaruhi faktor ilmu pengetahuan maupun kepentingan ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan persoalan moral, spiritual, dan tanggung jawab keagamaan. Karena itu, penguatan kesadaran ekologis perlu dimulai dari pemahaman bahwa manusia merupakan khalifah di bumi yang berkewajiban menjaga serta memakmurkan alam.

Ia menjelaskan, ajaran Islam menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Hal tersebut merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 30 tentang amanah manusia sebagai khalifah di bumi, serta Surah Al-A'raf ayat 56 yang melarang manusia berbuat kerusakan setelah Allah memperbaiki tatanan kehidupan.

Abdul Aziz juga mencontohkan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan umat untuk mencintai lingkungan melalui berbagai tindakan sederhana. Di antaranya menanam pohon, menggunakan air secara hemat, menjaga kebersihan, serta menghindari penebangan pohon secara sembarangan, bahkan dalam situasi peperangan.

Menurutnya, nilai-nilai ekoteologi dapat diwujudkan melalui gerakan penghijauan, pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, penghematan energi dan air, serta peningkatan edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Langkah tersebut dinilai mampu mengubah pola pikir masyarakat dari eksploitasi sumber daya menjadi upaya konservasi yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dengan mengintegrasikan keimanan dan kepedulian ekologis dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat diharapkan mampu mewariskan bumi yang lestari bagi generasi mendatang sekaligus menjalankan amanah sebagai hamba Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....