Komunitas Pribumi Siapkan Program Penghijauan di Manggarai dan Adonara
- 06 Jun 2026 20:08 WIB
- Ende
Poin Utama
- Doni Parera menilai kondisi lingkungan di Flores mengalami kemerosotan akibat berkurangnya tutupan hutan.
- Penyusutan debit sungai dan mata air mulai berdampak pada kebutuhan air masyarakat dan pertanian.
- Komunitas Pribumi menghadapi tantangan pendanaan dan partisipasi masyarakat dalam program konservasi.
- Kolaborasi pemerintah, sekolah, organisasi masyarakat, dan generasi muda dinilai penting untuk keberhasilan pelestarian lingkungan.
RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Ketua Komunitas Pribumi (Persembahan untuk Ibu Bumi), Doni Parera, mengajak masyarakat Flores memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan perlindungan kawasan hutan. Ajakan tersebut disampaikannya dalam program Green Radio RRI Ende, Sabtu, 6 Juni 2026.
Dalam dialog tersebut, Doni menyoroti kondisi lingkungan di Flores yang dinilainya mengalami kemerosotan akibat laju deforestasi yang terus berlangsung. Menurutnya, berkurangnya tutupan hutan telah berdampak langsung terhadap menurunnya debit sejumlah sumber air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan masyarakat.
Ia mencontohkan kondisi sejumlah sumber air di Flores yang mulai mengalami penyusutan, termasuk di kawasan Labuan Bajo. Berkurangnya kawasan hutan pada daerah tangkapan air menyebabkan debit sungai dan mata air terus menurun dari tahun ke tahun.
Menurut Doni, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih serius, terutama pada musim kemarau ketika kebutuhan air untuk rumah tangga dan sektor pertanian semakin meningkat.
“Berkurangnya tutupan hutan menyebabkan sumber-sumber air semakin menurun. Jika kondisi ini terus terjadi, masyarakat akan menghadapi tantangan yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan air,” ujarnya.
Dalam menjalankan program konservasi lingkungan, Komunitas Pribumi menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan pendanaan dan upaya membangun partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
Meski demikian, komunitas tersebut tetap menjalankan berbagai program pemberdayaan lingkungan. Salah satunya melalui pembelian bibit pohon yang ditanam oleh keluarga kurang mampu untuk kemudian ditanam kembali pada kawasan prioritas konservasi.
Doni menilai kolaborasi antara pemerintah, sekolah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pelestarian lingkungan.
Menurutnya, pelibatan pelajar perlu terus diperkuat karena mereka akan menjadi generasi yang menjaga dan merawat hasil penghijauan pada masa mendatang.
Pada tahun 2026, Komunitas Pribumi merencanakan program penanaman pohon di dua kawasan waduk yang berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Selain itu, komunitas tersebut juga tengah menjajaki kerja sama penghijauan di wilayah Adonara.
Melalui berbagai program tersebut, Doni berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya memulihkan kawasan hutan serta menjaga ketersediaan sumber air bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....