Bappeda Manggarai Barat Ajak Semua Pihak Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
- 04 Jun 2026 16:12 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manggarai Barat, Yohanis Hani, menegaskan bahwa sistem pangan merupakan fondasi utama pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Penyelamatan Pangan yang berlangsung di Ballroom Hotel Zasgo, Labuan Bajo, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup menjadi syarat utama agar masyarakat dapat hidup dan bertahan menghadapi berbagai tantangan. Seminar yang mengangkat tema ketahanan pangan dan lingkungan berkelanjutan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah, pelaku usaha hotel, restoran dan kafe, akademisi, komunitas masyarakat, hingga mitra pembangunan.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bersama untuk membahas berbagai strategi dalam memperkuat sistem pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di Manggarai Barat. Dalam pemaparannya, Yohanis Hani mengidentifikasi sejumlah tantangan yang mengancam ketahanan pangan daerah, antara lain dampak perubahan iklim, alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta dinamika ekonomi global yang turut memengaruhi kondisi ekonomi lokal.
Menurutnya, tantangan tersebut harus diantisipasi melalui langkah-langkah strategis yang melibatkan seluruh pihak terkait. “Kita punya lahan yang cukup luas, tinggal komitmen kita saja. Di daerah tertentu bisa menjadi penghasil sayuran, di daerah lain penghasil buah-buahan. Sentra-sentra produksi itulah yang bisa mendongkrak masyarakat kita, para petani, untuk terus melanjutkan karyanya,” katanya.
Ia menekankan pentingnya optimalisasi potensi lahan pertanian yang dimiliki Manggarai Barat dengan mengembangkan sentra-sentra produksi pangan sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Selain peningkatan produktivitas lahan, pemerintah juga mendorong perbaikan infrastruktur pertanian, diversifikasi pangan lokal, serta pengembangan sektor pertanian yang terintegrasi dengan industri pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.
Sebagai destinasi pariwisata super prioritas, Manggarai Barat membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, petani, dan pelaku usaha. Yohanis berharap hasil diskusi dalam seminar tidak berhenti sebagai wacana, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, termasuk Badan Pangan Nasional, Konsorsium Pangan Bernas, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, dan Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, serta diakhiri dengan diskusi interaktif bersama peserta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....