Sorgum Buka Peluang Ekonomi Petani NTT
- 27 Mei 2026 06:22 WIB
- Ende
Poin Utama
- Pengembangan sorgum di Nusa Tenggara Timur dinilai mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
- Maria mengatakan sorgum memiliki nilai ekonomi karena seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan, mulai dari biji untuk pangan hingga batang dan daun untuk pakan ternak.
- Ia mencontohkan sejumlah petani di Flores Timur dan Lembata mulai merasakan manfaat ekonomi dari budidaya sorgum.
- Ia berharap pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga kekayaan hayati daerah agar tidak hilang.
RRI.CO.ID, Ende – Pengembangan sorgum di Nusa Tenggara Timur dinilai mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Hal itu disampaikan pegiat pangan lokal Maria Loretha usai menerima penghargaan kategori Ketahanan Pangan pada Liputan 6 Awards 2026.
Maria mengatakan sorgum memiliki nilai ekonomi karena seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan, mulai dari biji untuk pangan hingga batang dan daun untuk pakan ternak. Menurutnya, potensi tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dan pakan dari luar daerah.
Ia mencontohkan sejumlah petani di Flores Timur dan Lembata mulai merasakan manfaat ekonomi dari budidaya sorgum. “Ada petani yang bisa membangun rumah dan menyekolahkan anak dari hasil menanam sorgum,” ujarnya saat wawancara bersama RRI Ende, Senin, 25 Mei 2026.
Namun, Maria menilai pengembangan sorgum masih menghadapi kendala alat dan teknologi pertanian. Proses pengolahan yang masih manual membuat sebagian masyarakat enggan mengembangkan tanaman tersebut secara lebih luas.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah menyediakan dukungan alat mesin pertanian agar sorgum dapat diolah lebih mudah dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar pangan lokal tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga menjadi sumber ekonomi masyarakat.
Maria menambahkan, NTT memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan sorgum nasional karena kondisi alam dan tradisi masyarakat yang masih menjaga benih lokal. Ia berharap pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga kekayaan hayati daerah agar tidak hilang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....