Listrik Masuk Dua Desa Terpencil di Riung Barat

  • 27 Mei 2026 10:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Warga Desa Lanamai II dan Desa Kembang di Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, akhirnya menikmati aliran listrik untuk pertama kalinya pada Rabu, 20 Mei 2026. Kehadiran listrik di dua desa tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam membuka akses pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Penyalaan listrik membawa harapan baru bagi ratusan warga yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses energi. Selain mendukung aktivitas rumah tangga, listrik juga diharapkan memperkuat layanan pendidikan, kesehatan, dan usaha ekonomi masyarakat di wilayah terpencil tersebut.

Camat Riung Barat, Imron Lou, mengatakan masuknya listrik menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa pelosok. Menurutnya, keberadaan listrik dapat membantu masyarakat mengembangkan berbagai aktivitas produktif dan meningkatkan pelayanan dasar di desa.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan listrik untuk mendukung kemajuan desa,” ujarnya.

Desa Lanamai II memiliki dua dusun, yakni Dusun Sanggaria dan Dusun Benteng Tebu, dengan jumlah 58 kepala keluarga atau sekitar 218 jiwa. Desa tersebut berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat Kecamatan Riung Barat dan masih menghadapi akses jalan rusak sepanjang kurang lebih dua kilometer.

Sementara itu, Desa Kembang terdiri dari Dusun Kedhu dan Dusun Marobathong dengan jumlah 54 kepala keluarga atau 149 jiwa. Desa tersebut memiliki fasilitas dasar berupa satu sekolah dan satu posyandu yang kini diharapkan dapat beroperasi lebih optimal setelah tersedianya listrik.

Perangkat Desa Lanamai II, Dionysus Sodo, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan PLN atas realisasi layanan listrik di wilayah mereka. Ia mengatakan sebagian besar rumah warga sudah terpasang listrik, sementara beberapa lainnya masih menunggu proses pemasangan lanjutan.

“Kehadiran listrik menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Masyarakat berharap akses listrik tidak hanya berhenti pada penyalaan jaringan, tetapi juga diikuti peningkatan infrastruktur lain seperti jalan dan layanan ekonomi desa. Kehadiran listrik dinilai menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan dan pengurangan kesenjangan wilayah di Kabupaten Ngada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....