Kunjungi Boleng, Uskup Labuan Bajo Tanam Pohon dan Serahkan Hewan Kurban

  • 27 Mei 2026 07:02 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kunjungan pastoral perdana Mgr. Maksimus Regus ke Kecamatan Boleng diwarnai aksi ekoteologi yang sarat makna persaudaraan lintas agama. Bersama jajaran Keuskupan Labuan Bajo dan Kantor Urusan Agama Boleng, Uskup Maksimus melakukan penanaman pohon di halaman Masjid Besar Al Munawwarah Terang, Sabtu 23 Mei 2026.

Aksi tersebut menjadi simbol kuat perpaduan iman, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan hijau ini diprakarsai KUA Boleng di bawah kepemimpinan Hasanudin, S.Ag., bersama para penyuluh agama Katolik dan Islam.

Penanaman pohon mangga di area masjid dimaknai sebagai simbol kerukunan umat beragama yang terus tumbuh, berakar kuat, dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Dalam perspektif ekoteologi, menjaga kelestarian alam dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual dan ibadah kepada Sang Pencipta.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar penghijauan, tetapi simbol kerukunan lintas iman yang harus terus bertumbuh dan membawa damai bagi manusia serta alam semesta,” ujar Hasanudin. Ia menegaskan bahwa KUA Boleng tidak hanya menjalankan pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga aktif menjadi motor penggerak moderasi beragama berbasis pelestarian lingkungan di Manggarai Barat.

Kehadiran Mgr. Maksimus Regus didampingi Vikaris Jenderal Rm. Rikard dan Sekretaris Jenderal Rm. Frans Nala disambut hangat tokoh Muslim setempat. Momentum tersebut semakin bermakna ketika dirangkaikan dengan penyerahan hewan kurban berupa seekor sapi kepada umat Muslim Terang menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Penyerahan simbolis dilakukan bersamaan dengan aksi penanaman pohon sebagai perpaduan nilai sosial-keagamaan dan keadilan ekologis. Ketua BKM Masjid Besar Al Munawwarah, Ir. Sulaimana, serta Ketua NU Kecamatan Boleng, Ismail Kanis, S.Pd., mengapresiasi kolaborasi tersebut.

Mereka menilai aksi penanaman pohon dan pemberian hewan kurban menjadi potret harmoni kemanusiaan yang nyata. Melalui kegiatan ini, KUA Boleng dan Keuskupan Labuan Bajo ingin menegaskan bahwa merawat iman harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga kelestarian alam dan memperkuat persaudaraan lintas agama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....