MBG Dorong Perbaikan Gizi Anak Kabupaten Sikka
- 24 Mei 2026 20:34 WIB
- Ende
Poin Utama
- Program MBG disebut sebagai investasi gizi untuk generasi masa depan.
- Kabupaten Sikka telah memiliki 19 dapur gizi dari target 25 dapur.
- Pemerataan layanan MBG di daerah terpencil masih menjadi tantangan utama.
- Menu MBG harus memenuhi standar gizi seimbang sesuai kebutuhan anak.
- Edukasi gizi dan keterlibatan orang tua dinilai penting mendukung keberhasilan program.
RRI.CO.ID, Ende - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki kualitas gizi anak dan menyiapkan generasi unggul Indonesia. Hal itu mengemuka dalam dialog interaktif RRI Pro 1 Ende bertema “MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Investasi Gizi untuk Generasi Sehat”, Sabtu,23 Mei 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengatakan program MBG merupakan prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Menurutnya, kecukupan gizi anak menjadi fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045.
Herlemus menjelaskan pelaksanaan MBG di Kabupaten Sikka saat ini telah berjalan melalui 19 dapur gizi dari target 25 dapur. Namun, ia menilai pemerataan layanan masih menjadi tantangan karena sebagian besar dapur induk berada di wilayah perkotaan dan belum sepenuhnya menjangkau daerah terpencil.
Ia menegaskan anak-anak di wilayah pedalaman seharusnya menjadi prioritas program karena masih menghadapi keterbatasan akses pangan dan sarapan sebelum sekolah. Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan evaluasi agar distribusi layanan gizi lebih adil dan tepat sasaran.
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Kota Raja, Maria Euginia Hesti Dadi, mengatakan makanan bergizi tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi harus memenuhi angka kecukupan gizi sesuai usia dan jenis kelamin anak. Menu MBG ideal, menurutnya, harus terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah dengan variasi menu yang menarik.
Maria mengakui tantangan utama program MBG adalah membangun kebiasaan makan sehat pada anak-anak yang kerap menolak sayur atau menu tertentu. Karena itu, pihaknya terus melakukan edukasi gizi di sekolah dan melibatkan orang tua untuk mendukung pola makan sehat anak di rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....