Generasi Muda Perlu Perkuat Identitas Kebangsaan di Era Digital
- 23 Mei 2026 11:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Generasi muda dinilai perlu memperkuat identitas kebangsaan di tengah derasnya pengaruh media digital, individualisme, dan polarisasi sosial yang semakin berkembang saat ini. Penguatan nilai Pancasila dan semangat kebhinekaan dianggap penting agar anak muda tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan suku, agama, maupun pandangan sosial.
Ketua Campus Ministry IFTK Ledalero, Efran Sega, mengatakan Indonesia memiliki keberagaman besar yang harus dijaga melalui sikap toleransi dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai kebhinekaan tidak cukup dipahami secara teori, tetapi harus diterapkan secara nyata dalam relasi sosial masyarakat.
Dalam obrolan SPADA di Pro 2 RRI Ende, Senin, 4 Mei 2026, Efran menjelaskan lingkungan kampus menjadi salah satu ruang penting membangun kesadaran kebangsaan generasi muda. Ia mencontohkan mahasiswa di IFTK Ledalero berasal dari berbagai daerah seperti Papua, Kalimantan, hingga Flores yang hidup bersama dalam keberagaman budaya dan latar belakang sosial.
Menurutnya, keterbukaan terhadap perbedaan menjadi kekuatan utama menjaga persatuan bangsa di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Ia menilai generasi muda harus mampu melihat keberagaman sebagai kekayaan sosial, bukan sumber perpecahan.
Efran juga menyoroti meningkatnya pengaruh media sosial yang dinilai dapat memicu sikap intoleran dan polarisasi apabila tidak digunakan secara bijak. Karena itu, pendidikan kewarganegaraan dan pemahaman hak asasi manusia dinilai penting sebagai benteng menghadapi pengaruh negatif dunia digital.
Selain itu, ia menekankan kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial juga menjadi bagian dari implementasi nilai kebangsaan. Menurutnya, tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan, menghargai sesama, dan peduli terhadap lingkungan sekitar merupakan bentuk nyata cinta terhadap Indonesia.
“Kalau identitas kebangsaan terus dijaga, generasi muda tidak akan mudah dipecah oleh perbedaan. Justru keberagaman menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia,” ujarnya.
Efran berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini. Ia mengajak anak muda terus merawat semangat toleransi, kepedulian, dan kebersamaan agar Indonesia tetap menjadi rumah bersama di tengah keberagaman masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....