Kementan RI Pantau Program Strategis Pertanian Ngada
- 16 Mei 2026 08:43 WIB
- Ende
Poin Utama
- Monitoring Kementan RI: Tenaga Ahli Menteri Pertanian melakukan kunjungan kerja ke Ngada untuk memantau program irigasi perpompaan (IRPOM), optimasi lahan, dan pembibitan kelapa dalam.
- Perluasan Komoditas APBN: Kabupaten Ngada mendapat dukungan APBN 2026 untuk pengembangan tanaman perkebunan, termasuk 4.200 hektare kelapa dalam, 300 hektare kakao, dan 120 hektare jambu mete.
- Mitigasi Kemarau Panjang: Menghadapi ancaman kekeringan, Pemkab Ngada menggencarkan strategi ketersediaan air melalui sumur bor, pompa air, dan pembenahan saluran irigasi guna mengairi lahan hortikultura.
- Peluang Pasar Lokal: Kehadiran program nasional Makan Bergizi Gratis dinilai menjadi peluang pasar domestik yang menjanjikan untuk menyerap hasil pangan dan hortikultura petani Ngada.
- Target Kedatangan Menteri: Kunjungan tim ahli ini ditargetkan sebagai jembatan agar Menteri Pertanian dapat berkunjung langsung ke Ngada demi melihat potensi Kopi Arabika Bajawa dan komoditas unggulan lainnya.
RRI.CO.ID, Ngada - Pemerintah Kabupaten Ngada menerima kunjungan kerja tim Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) yang dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Ani Andayani. Kunjungan ini berfokus pada monitoring dan evaluasi sejumlah program strategis nasional guna memperkuat ketahanan pangan dan mendongkrak ekonomi petani lokal.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada, Fabianus Sebastianus Pesek, S.P., menjelaskan bahwa rombongan Kementan memantau langsung proyek irigasi perpompaan (IRPOM) dan optimasi lahan di Kecamatan Soa. Selain itu, tim juga meninjau pusat pembibitan kelapa dalam di Desa Malapau, Kecamatan Bajawa Utara.
"Kami sangat bersyukur Kabupaten Ngada mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui alokasi dana APBN tahun ini. Beberapa komoditas unggulan yang dikembangkan secara luas antara lain kelapa dalam seluas 4.200 hektare, kakao 300 hektare, serta jambu mete seluas 120 hektare," ujar Fabianus dalam wawancara bersama Pro 1 RRI, Sabtu, 16 Mei 2026.
Fabianus menambahkan, selain mengevaluasi program yang berjalan, kunjungan ini diharapkan membuka jalan bagi Menteri Pertanian untuk meninjau langsung potensi pertanian Ngada di masa mendatang. Pemerintah daerah ingin mengekspos komoditas premium daerah yang belum tersorot optimal, seperti Kopi Arabika Flores Bajawa dan jambu mete, guna memperluas akses pasar nasional.
Menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman kemarau panjang dari BMKG, Dinas Pertanian Ngada telah menyiapkan strategi mitigasi air. Pemerintah fokus mengoptimalkan infrastruktur pengairan, mulai dari bantuan sumur bor, irigasi perpompaan, hingga pembenahan saluran irigasi tanah menjadi permanen agar debit air ke lahan persawahan dan hortikultura tetap terjaga.
Fabianus optimistis sektor pertanian Ngada memiliki peluang besar, terutama dengan adanya program nasional seperti Makan Bergizi Gratis. Program ini diyakini mampu menyerap hasil produksi pangan dan hortikultura petani secara langsung di pasar lokal tanpa ketergantungan pada rantai ekspor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....