Panen Jagung Hewuli Perkuat Ketahanan Pangan Sikka

  • 15 Mei 2026 14:45 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Semangat petani di Kabupaten Sikka tetap tumbuh di tengah cuaca yang tidak menentu dan tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks. Optimisme itu terlihat saat Kelompok Tani Tati Nahing melaksanakan panen jagung hibrida JFR 71 di jalur Maumere–Magepanda, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kamis 14 Mei 2026.

Panen tersebut menjadi bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 yang mendapat pendampingan dari Polres Sikka melalui peran aktif Bhabinkamtibmas. Kehadiran aparat kepolisian di tengah petani menunjukkan bahwa ketahanan pangan kini menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor.

Kegiatan panen dimulai sejak pukul 09.00 Wita di lahan jagung keempat milik kelompok tani di wilayah Hewuli. Jagung hibrida jenis JFR 71 yang ditanam pada Januari 2026 itu akhirnya memasuki masa panen setelah melewati proses budidaya selama beberapa bulan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Wolomarang, AIPDA Hironimus Taji Werang, turun langsung memantau proses panen di lokasi. Ia memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal sekaligus memberikan motivasi kepada para petani binaan.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program strategis nasional di sektor pangan. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kepolisian juga ikut terlibat dalam penguatan ekonomi warga melalui sektor pertanian.

Dari lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi, Kelompok Tani Tati Nahing berhasil memanen jagung tongkol basah dengan estimasi hasil mencapai dua ton. Produktivitas itu dinilai lebih baik dibandingkan hasil panen tahun sebelumnya sehingga memberi harapan baru bagi para petani setempat.

Ketua Kelompok Tani Tati Nahing, Fredy Ardianus, mengaku bersyukur atas hasil panen yang diperoleh kelompoknya. Menurut dia, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan pendampingan yang berkelanjutan mampu menghasilkan produksi yang lebih baik.

Meski demikian, para petani masih dihadapkan pada persoalan cuaca yang sulit diprediksi. Curah hujan yang berubah cepat menjadi tantangan utama dalam proses pengeringan jagung pascapanen yang sangat memengaruhi kualitas hasil produksi.

Kondisi itu membuat petani harus bekerja lebih ekstra agar mutu jagung tetap terjaga. Namun tantangan tersebut justru memperlihatkan daya tahan dan semangat petani lokal yang terus bertahan demi menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

Panen jagung di Hewuli juga menjadi gambaran kuatnya sinergi antara petani dan aparat keamanan di Kabupaten Sikka. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan stabilitas ekonomi daerah di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....