Panen Jagung Sumo Sakti Perkuat Ketahanan Pangan Sikka

  • 07 Mei 2026 08:10 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Hamparan lahan di Dusun Wolometang, Desa Tanarawa, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Rabu 6 Mei 2026, dipenuhi semangat para petani saat panen jagung hibrida jenis Sumo Sakti dimulai. Panen raya itu menjadi penanda keberhasilan program ketahanan pangan berbasis desa yang dibangun melalui kolaborasi petani, pemerintah, dan sektor swasta.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut melibatkan Kelompok Tani KALERAGA bersama sejumlah pihak terkait. Para petani memanen jagung di atas lahan seluas tiga hektar yang mulai ditanam sejak Desember 2025.

Ketua Kelompok Tani KALERAGA, Laurensius Lodan, menyebut hasil panen tahun ini cukup menggembirakan. Produktivitas jagung diperkirakan mencapai 5,3 ton per hektar dengan total produksi sekitar 15,9 ton.

Menurut Laurensius, keberhasilan itu tidak lepas dari pola tanam yang terencana serta pendampingan intensif dari penyuluh pertanian. Selain itu, penggunaan benih unggul jenis Sumo Sakti dinilai mampu meningkatkan kualitas dan hasil produksi petani.

Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 yang dijalankan kelompok tani tersebut juga mendapat dukungan dari PT. SMJ sebagai mitra usaha. Perusahaan itu tidak hanya membantu dalam proses produksi, tetapi juga menjamin penyerapan seluruh hasil panen petani.

Seluruh jagung hasil panen disepakati dibeli dengan harga Rp4.000 per kilogram. Kepastian harga dan pasar itu memberi rasa aman bagi petani sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Panen raya turut dihadiri perwakilan Kecamatan Waiblama, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pemerintah desa, serta manajemen PT. SMJ. Kehadiran lintas sektor tersebut memperlihatkan kuatnya kolaborasi dalam mendukung pembangunan pertanian di wilayah pedesaan.

Di sisi lain, aparat kepolisian juga mengambil bagian dalam mengawal kegiatan tersebut. Bhabinkamtibmas Desa Tanarawa bersama personel pengamanan hadir memastikan seluruh rangkaian panen berlangsung aman dan tertib.

Kapospam Talibura, AIPTU Abilio De Jesus, mengatakan keterlibatan Polri merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, keamanan dan stabilitas menjadi faktor penting agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lancar.

Panen raya berakhir sekitar pukul 13.50 WITA dalam situasi aman dan kondusif. Keberhasilan panen jagung di Desa Tanarawa kini menjadi gambaran optimisme baru bahwa desa mampu menjadi kekuatan utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....