Petani Kakao Flores Didorong Naik Kelas Bersama
- 06 Mei 2026 06:48 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Farmer Field Day (FFD) atau Hari Temu Lapang menjadi momentum penting bagi petani kakao di Flores untuk memperkuat kapasitas dan masa depan usaha mereka. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang belajar kolektif yang membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani.
Kegiatan FFD berlangsung di lapangan Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Selasa 5 Mei 2026. Acara tersebut mengusung tema “Petani Kakao Naik Kelas” yang mencerminkan semangat transformasi sektor kakao di daerah tersebut.
Direktur PT. CMA 69 (Celebes Makmur Abadi), Roy Adinanta, dalam sambutannya menegaskan pentingnya perubahan pola pikir petani. Ia menyebutkan bahwa kakao harus menjadi tumpuan harapan bagi kehidupan keluarga dan generasi muda di Flores.
Menurut Roy, istilah “naik kelas” merujuk pada kondisi harga kakao yang saat ini relatif tinggi di pasar. Kondisi tersebut membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan taraf hidup melalui komoditas unggulan tersebut.
Ia menambahkan, harga tinggi tidak datang begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh kualitas biji kakao yang dihasilkan petani. Standar mutu yang memenuhi kriteria ekspor menjadi faktor utama meningkatnya daya saing kakao Flores.
“Melalui FFD ini, para petani dapat saling berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman mulai dari proses penanaman hingga pascapanen,” ujar Roy. Ia berharap praktik-praktik baik yang dibagikan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
PT. CMA 69 sendiri merupakan perusahaan pemegang sertifikat Program Rain Forest Alliance. Perusahaan ini bermitra dengan PT. Cargill Chocolate Indonesia yang mengelola pabrik pengolahan cokelat di Surabaya serta menjadi pembeli kakao petani.
Selain itu, PT. CMA 69 juga bekerja sama dengan PT. Inara (Indo Agro Nusantara Raya). Kemitraan ini bertujuan memperkuat pendampingan petani di tingkat lapangan.
Koordinator Area Flores PT. Inara, Karel Elchyara, menjelaskan bahwa pihaknya berperan sebagai pembina dan pendamping teknis bagi petani. Pendampingan tersebut mencakup praktik budidaya hingga pengelolaan hasil panen agar sesuai standar pasar.
FFD ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkompimda Sikka, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Plt. Kepala Dinas PMD, perwakilan Dinas Pertanian NTT, serta para petani dan tokoh masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, swasta, dan petani semakin kuat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mendorong petani kakao Flores benar-benar naik kelas dan berdaya saing global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....