Tana Nua Gandeng Dinas dan Akademisi Uji Efektivitas Pupuk Organik
- 05 Mei 2026 14:52 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Yayasan Tana Nua Flores menggandeng Dinas Pertanian serta Fakultas Pertanian Universitas Flores untuk melakukan kajian bersama terkait efektivitas penggunaan pupuk organik dan anorganik dalam meningkatkan produksi pertanian. Pengurus Yayasan Tana Nua, Hironimus Pala, mengatakan kajian tersebut dilakukan melalui sejumlah perlakuan berbeda di lahan pertanian. Di antaranya, penggunaan tanpa pupuk, penggunaan pupuk organik, pupuk kimia, serta kombinasi keduanya.
“Ini dilakukan untuk membandingkan hasil produksi, sehingga petani bisa lebih yakin mana yang paling efektif,” ujarnya dalam dialog bersama RRI, Kamis 30 April 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan kali pertama dilakukan. Saat ini, kajian telah memasuki tahap kedua dan direncanakan akan berlanjut ke tahap ketiga guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Menurut Hironimus, penggunaan pupuk kimia memang memberikan hasil yang cepat, seperti pertumbuhan daun yang lebih hijau dan cepat. Namun, penggunaan secara terus-menerus dapat berdampak negatif terhadap kondisi tanah.
“Kalau terus digunakan, lahan bisa semakin tandus dan membutuhkan input pupuk kimia yang lebih banyak untuk mempertahankan produksi,” katanya.
Karena itu, pihaknya juga menguji kombinasi pupuk organik dan kimia sebagai langkah transisi. Ia menilai, petani tidak bisa langsung beralih sepenuhnya ke pupuk organik, terutama pada lahan yang sudah lama bergantung pada pupuk kimia.
“Perlu proses adaptasi secara bertahap. Pupuk organik membantu memperbaiki struktur tanah dan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan,” ujarnya menjelaskan.
Lebih jauh, Hironimus menegaskan bahwa upaya ini juga berkaitan dengan isu lingkungan dan perubahan iklim. Ia menilai, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat menimbulkan residu yang berpotensi masuk ke dalam rantai pangan.
“Kita ingin ke depan masyarakat mulai sadar terhadap sumber pangan yang dikonsumsi, apakah menggunakan bahan kimia atau tidak,” ucap Hironimus.
Menurutnya, penggunaan pupuk organik yang berasal dari bahan alami, seperti tumbuhan dan kotoran ternak, menjadi salah satu solusi untuk menjaga kesehatan lingkungan sekaligus kesehatan manusia.
“Harapannya, ke depan kita bisa bergerak bersama menuju sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan, sehingga lingkungan tetap sehat dan masyarakat juga sehat,” ujarnya berharap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....