Pemkab Manggarai Timur Perkuat Program Genting Cegah Stunting

  • 30 Apr 2026 07:09 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Prevalensi stunting menunjukkan tren menurun sejak 2023.
  • Program menyasar keluarga berisiko seperti ibu hamil dan balita.
  • Tantangan utama adalah pola pikir masyarakat dan kemiskinan.

RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini menjadi langkah strategis berbasis kolaborasi lintas sektor guna memastikan pemenuhan gizi dan pendampingan keluarga berisiko stunting.

Kepala Dinas P2KBP3A Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas, di wawacara pagi Pro 1 RRI, Kamis, 30 April 2026, menyampaikan bahwa prevalensi stunting di daerah tersebut menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, angka stunting tercatat sekitar 9 persen, kemudian turun menjadi 8,3 persen pada 2024. Meski pada 2025 mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,1 persen, jumlah kasus secara absolut justru menurun.

Menurutnya, program Genting merupakan inisiatif nasional dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) yang bertujuan mempercepat penanganan stunting melalui pendekatan keluarga berisiko.

“Fokus utama kami adalah menekan sumber munculnya kasus baru dengan menyasar keluarga berisiko stunting, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia di bawah dua tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program ini melibatkan berbagai pihak sebagai orang tua asuh, mulai dari pemerintah daerah, BUMN, perbankan, hingga tokoh masyarakat. Para orang tua asuh tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga melakukan pendampingan, edukasi, dan pemantauan secara berkelanjutan.

Intervensi dalam program Genting mencakup bantuan nutrisi, non-nutrisi seperti penyediaan air bersih dan sanitasi, serta edukasi kepada keluarga sasaran. Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi akar masalah stunting secara menyeluruh.

Pemkab Manggarai Timur juga telah menetapkan sejumlah wilayah prioritas, seperti Kecamatan Borong, Rana Mese, Elar, Elar Selatan, Congkar, dan Tana Rata, berdasarkan tingkat risiko stunting yang tinggi.

Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi di lapangan masih berkaitan dengan pola pikir masyarakat dan faktor kemiskinan. Masih terdapat anggapan bahwa stunting bukan masalah serius, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan.

Meski program ini tergolong baru, indikasi awal menunjukkan dampak positif, salah satunya penurunan angka kematian ibu dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah berharap program Genting dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menekan angka stunting dan mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas di Manggarai Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....