Literasi Digital Jadi Benteng Toleransi Anak Muda

  • 29 Apr 2026 19:32 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Literasi digital dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga toleransi di kalangan anak muda, terutama di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Kemampuan menyaring informasi menjadi benteng utama agar tidak mudah terprovokasi isu sensitif, termasuk soal agama.

Hal ini disampaikan Maria Kristina Mukin (Ketty), Sekretaris OMK Paroki St Maria Immaculata Ndona, dalam program OBRAS (Obrolan SPADA) Pro 2 RRI Ende, Selasa, 28 April 2026. Ia menekankan pentingnya kesadaran generasi muda dalam menggunakan media sosial secara bijak.

Menurut Ketty, konflik berbasis agama di ruang digital sering dipicu oleh komentar negatif yang tidak terkontrol. “Kalau lihat komentar yang memancing konflik, lebih baik dilewati dan fokus pada hal-hal positif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, anak muda perlu membiasakan diri untuk menyaring informasi sebelum membagikannya kembali. Prinsip saring sebelum sharing dinilai efektif mencegah penyebaran konten yang dapat memicu perpecahan.

Selain itu, pengalaman hidup dalam keberagaman di Ndona turut memperkuat sikap toleransi generasi mudanya. Interaksi langsung dengan teman berbeda iman membuat mereka lebih bijak dalam merespons isu yang beredar di dunia maya.

Ketty juga menilai, kontribusi kecil seperti menyebarkan pesan damai dan menghindari debat yang tidak produktif dapat memberikan dampak besar. Upaya ini menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan inklusif.

Dengan demikian, literasi digital tidak hanya soal kemampuan teknologi, tetapi juga tanggung jawab sosial dalam menjaga kerukunan. Anak muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi, baik di dunia nyata maupun digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....