Pertanian Ramah Lingkungan Jadi Strategi Hadapi Bencana dan Jaga Pangan
- 29 Apr 2026 14:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende -Pertanian ramah lingkungan dinilai menjadi strategi penting dalam menghadapi ancaman bencana sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat di daerah. Pola budidaya ini mulai didorong sebagai solusi untuk menekan dampak kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan kimia berlebihan di sektor pertanian.
Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Flores, Kristin Y. Fowo, menyebut pertanian ramah lingkungan mengedepankan keseimbangan antara produktivitas hasil panen dan pelestarian ekosistem. Caranya melalui pengurangan pupuk anorganik serta pestisida sintetis, lalu menggantinya dengan bahan organik berbasis sumber daya lokal.
Ia menjelaskan, penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah sehingga daya serap air meningkat dan risiko banjir berkurang. Kondisi tanah yang sehat juga dinilai lebih mampu menyimpan cadangan air saat musim kemarau tiba.
Praktik tersebut mulai diterapkan sejumlah petani di Kabupaten Ende, termasuk kelompok tani di Desa Motenda Barat. Mereka memanfaatkan limbah tanaman dan kotoran ternak yang difermentasi menjadi pupuk kompos untuk budidaya padi sawah.
Ketua Kelompok Tani Sa’ate Wowaria, Fransiskus Baso, mengatakan kelompoknya telah menerapkan sistem pertanian organik selama dua musim tanam terakhir. Langkah itu diambil untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus menekan biaya produksi pertanian.
Meski lebih hemat, Fransiskus mengakui pengolahan pupuk organik membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar dibanding penggunaan pupuk kimia. Selain itu, petani masih terkendala keterbatasan alat untuk memproduksi pupuk dalam jumlah besar.
Tantangan lain yang dihadapi petani ialah belum adanya perbedaan harga jual yang signifikan antara hasil pertanian organik dan nonorganik di pasar lokal. Kondisi tersebut membuat sebagian petani belum tertarik beralih karena keuntungan ekonomi belum dirasakan secara langsung.
Karena itu, petani dan akademisi berharap pemerintah memperkuat pendampingan, menyediakan sarana produksi, serta membuka akses pasar khusus bagi produk organik. Dukungan tersebut dinilai penting agar pertanian ramah lingkungan berkembang lebih luas dan berkelanjutan di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....