Sebanyak 58 Petani Sikka Ikuti Pelatihan Penggunaan Pestisida Terbatas Aman

  • 20 Jul 2026 17:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Sebanyak 58 petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Sikka mengikuti Training of Users (ToU) Pestisida Terbatas yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Sikka bersama Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER). Pelatihan berlangsung di Gedung KCH Maumere pada Kamis 16 Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan keterampilan petani dalam menggunakan pestisida secara aman dan bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Fransiska Omy. Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan materi mengenai pentingnya memahami label pestisida sebelum produk digunakan di lahan pertanian.

Fransiska menilai kolaborasi antara Dinas Pertanian Kabupaten Sikka dan ALISHTER menjadi langkah penting dalam memperkuat pengetahuan petani tentang penggunaan pestisida yang sesuai ketentuan. Menurutnya, edukasi yang berkelanjutan akan mendukung keselamatan petani sekaligus mendorong praktik budidaya yang lebih baik.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap para petani semakin memahami cara menggunakan pestisida sesuai aturan sehingga mampu melindungi diri sendiri, menjaga kualitas hasil pertanian, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan," ujarnya.

Perwakilan ALISHTER, Holilah, mengatakan penggunaan pestisida terbatas membutuhkan pengetahuan teknis dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap pengguna. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi, dan petani dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pertanian yang aman dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan penggunaan pestisida sesuai rekomendasi mampu mengendalikan organisme pengganggu tanaman secara efektif. Di sisi lain, penerapan yang benar juga dapat mengurangi risiko terhadap kesehatan manusia serta meminimalkan dampak negatif bagi lingkungan.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi untuk memberikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing. Romualdus Suyono, SKM, dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka memaparkan langkah pertolongan pertama pada kasus keracunan pestisida agar petani lebih siap menghadapi kondisi darurat.

Sementara itu, Tim ALISHTER Nusa Tenggara Timur membekali peserta dengan materi teknis mengenai penggunaan pestisida terbatas secara aman dan efektif. Materi mencakup penggunaan alat pelindung diri, teknik pencampuran dan aplikasi pestisida, kalibrasi alat semprot, hingga pengelolaan kemasan bekas pestisida sesuai prinsip keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Selain menerima teori, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penerapan prinsip penggunaan pestisida yang bertanggung jawab dalam aktivitas budidaya sehari-hari. Melalui pelatihan ini, penggunaan pestisida diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian tanpa mengabaikan aspek kesehatan maupun kelestarian lingkungan.

Dinas Pertanian Kabupaten Sikka dan ALISHTER berharap kerja sama edukasi serupa dapat terus berlanjut untuk menjangkau lebih banyak petani di daerah tersebut. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko kecelakaan kerja, keracunan pestisida, serta pencemaran lingkungan.alam 8 kata

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....