Anak Muda Didorong Bergerak Hadapi Krisis Iklim Global
- 29 Apr 2026 13:32 WIB
- Ende
Poin Utama
- Obrolan Pro 2 RRI Ende bahas urgensi perubahan iklim
- Anak muda didorong aktif dalam gerakan lingkungan
- Pemahaman jejak karbon jadi langkah awal aksi
- Pendekatan 3P: personal, profesional, politik
- Gaya hidup rendah karbon dan zero waste dianjurkan
- Peran digital dan inovasi hijau makin penting
- Aksi nyata dinilai efektif meredakan eco-anxiety
RRI.CO.ID, Edinburgh - Topik perubahan iklim di kalangan anak muda kini bergeser dari sekadar tren menjadi isu yang mendesak untuk ditindaklanjuti. Hal ini mengemuka dalam obrolan di Pro 2 RRI Ende pada Jumat, 27 Maret 2026, yang menghadirkan narasumber Prisilia Theresia Dapa, MSc in Carbon Management, University of Edinburgh, United.
Dalam perbincangan tersebut, Prisilia menegaskan bahwa generasi muda memegang peran penting sebagai pewaris bumi. Keterlibatan aktif dalam gerakan “Bumi Langit Butuh Kita” dinilai menjadi langkah strategis untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang kian nyata.
Menurutnya, langkah awal yang perlu dipahami adalah jejak karbon atau carbon footprint. Ia menjelaskan bahwa setiap aktivitas sehari-hari, mulai dari penggunaan energi, pola konsumsi, hingga transportasi, berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.
“Memahami jejak karbon adalah kunci agar kita tahu dari mana harus mulai berubah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prisilia memaparkan kerangka aksi melalui pendekatan 3P, yakni Personal, Professional, dan Political. Pada aspek personal, perubahan gaya hidup menjadi fondasi utama, seperti menerapkan diet rendah karbon dengan mengurangi konsumsi daging merah serta memilih produk lokal guna menekan emisi distribusi.
Selain itu, gaya hidup zero waste dengan prinsip Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot juga menjadi bagian penting dalam aksi individu. Efisiensi energi, seperti mematikan perangkat elektronik saat tidak digunakan dan beralih ke transportasi umum atau sepeda, disebut sebagai langkah sederhana yang berdampak signifikan.
Pada ranah profesional dan kreatif, anak muda didorong memanfaatkan keahlian untuk menyebarkan kesadaran melalui konten digital yang edukatif namun ringan. Inovasi hijau, seperti pengembangan produk upcycling dan aplikasi pengelolaan sampah, juga menjadi peluang kontribusi nyata.
Sementara itu, dalam aspek politik dan kolektif, generasi muda dinilai memiliki kekuatan untuk mendorong perubahan kebijakan melalui advokasi energi bersih dan keterlibatan dalam komunitas lingkungan. Prisilia juga menyinggung tantangan eco-anxiety yang kerap muncul, namun menegaskan bahwa aksi nyata menjadi solusi.
“Aksi sekecil apa pun tetap berarti dan bisa mengurangi kecemasan terhadap masa depan lingkungan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....