Kemajuan Teknologi Picu Turunnya Minat Baca Mahasiswa PBSI
- 27 Apr 2026 16:16 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Kemajuan teknologi dinilai membawa dampak signifikan terhadap menurunnya minat baca mahasiswa, khususnya pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Hal ini disampaikan Dra. Maria Marietta Bali Larasati, M.Hum, dosen PBSI Universitas Flores (Uniflor), berdasarkan pengalamannya mengajar sejak 1993.
Selama lebih dari 30 tahun mengabdi, ia menyaksikan perubahan pola belajar mahasiswa yang cukup drastis. Perubahan tersebut tampak pada kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat, baik secara lisan maupun tulisan.
Menurutnya, pada era sebelum teknologi informasi berkembang pesat, mahasiswa lebih terbiasa membaca buku cetak. Kebiasaan ini membuat cara berpikir dan penyampaian gagasan mereka lebih runtut, terstruktur, dan sesuai kaidah bahasa.
Namun, di era digital saat ini, kemudahan akses informasi justru berdampak pada menurunnya minat baca. Mahasiswa cenderung mengandalkan sumber instan tanpa proses pendalaman yang memadai.
Kondisi ini berimbas pada kualitas tulisan yang dihasilkan mahasiswa. Banyak di antaranya kesulitan menuangkan ide secara sistematis serta kurang memperhatikan penggunaan bahasa Indonesia yang baku.
Ia juga menyoroti semakin kaburnya batas antara bahasa lisan dan tulisan. Gaya bahasa sehari-hari kerap digunakan dalam karya tulis akademik yang seharusnya mengikuti aturan formal.
Fenomena ini, menurutnya, menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dalam menjaga kualitas literasi mahasiswa. Diperlukan upaya bersama untuk membangun kembali budaya membaca di kalangan generasi muda.
Larasati menegaskan pentingnya penerapan kaidah bahasa, termasuk ejaan yang disempurnakan, dalam setiap karya tulis. Ia berharap mahasiswa mampu meningkatkan literasi agar tetap kritis di tengah derasnya perkembangan teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....