Desa Golo Loni Kembangkan Potensi Lokal Berbasis Kearifan
- 25 Apr 2026 18:41 WIB
- Ende
Poin Utama
- Inovasi ekonomi dilakukan melalui produk olahan dan ekowisata.
- Kolaborasi dengan berbagai pihak memperkuat pembangunan berkelanjutan desa.
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Desa Golo Loni terus mengoptimalkan potensi lokal berbasis kearifan tradisional sebagai strategi mendorong pembangunan berkelanjutan yang inklusif. Hal ini disampaikan Kepala Desa Golo Loni, Yohanes B. Okalung, dalam program Suara Nusantara RRI, Rabu, 22 April 2026.
Yohanes menjelaskan, penguatan kearifan lokal menjadi fondasi utama pembangunan desa, mencakup pelestarian adat istiadat, pengelolaan sumber daya alam, serta pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.
“Potensi desa kami bertumpu pada tiga sektor utama, yakni pertanian, perikanan, dan pariwisata. Ketiganya dikembangkan secara terpadu dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Di sektor pertanian, Desa Golo Loni mengembangkan hortikultura untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan wisatawan. Sementara itu, sektor perikanan diperkuat dengan pengelolaan ratusan kolam ikan air tawar yang direncanakan menghasilkan produk olahan bernilai tambah seperti abon ikan.
Adapun sektor pariwisata menjadi unggulan karena mampu menggerakkan ekonomi lokal secara luas, termasuk melalui pengelolaan homestay dan pemberdayaan kelompok sadar wisata serta kelompok wanita tani.
Yohanes menambahkan, partisipasi generasi muda menjadi kunci keberlanjutan program desa. Salah satu bentuk keterlibatan nyata adalah penanaman lebih dari 35 ribu pohon bambu di daerah aliran sungai sebagai upaya konservasi lingkungan.
Selain itu, pemerintah desa juga aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti lembaga keuangan, yayasan, dan program pengembangan sumber daya manusia guna memperkuat kapasitas masyarakat.
Dalam menghadapi tantangan modernisasi, Desa Golo Loni menerapkan evaluasi rutin serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Melalui gotong royong dan padat karya tunai desa, kami memperkuat hubungan sosial sekaligus mendorong pemerataan ekonomi,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Desa Golo Loni berharap pengembangan potensi berbasis kearifan lokal dapat menjadikan desa lebih maju dan mandiri, serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.
“Desa menyala karena lentera. Artinya, pembangunan desa harus dimulai dari kekuatan lokal yang dimiliki masyarakat itu sendiri,” ujar Yohanes.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....