Bupati Ende Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan Pertanian Nasional
- 22 Apr 2026 09:14 WIB
- Ende
Poin Utama
- Yosef Benediktus Badeoda dan Gadir Haji Ibrahim Dean menghadiri Rakornas mitigasi kekeringan pertanian di Jakarta.
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia memprediksi musim kemarau 2026 lebih panjang dengan curah hujan di bawah normal.
- Pemerintah menyiapkan strategi mitigasi seperti optimalisasi irigasi, percepatan tanam, varietas tahan kering, dan pompanisasi.
- Kabupaten Ende terlibat dalam proyek HDDAP bersama Asian Development Bank dan International Fund for Agricultural Development.
- Pengembangan komoditas jahe dan alpukat masing-masing seluas 200 hektare untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
RRI.CO.ID, Ende - Pemerintah Kabupaten Ende terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan sektor pertanian. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, bersama Kepala Dinas Pertanian, Gadir H. Ibrahim Dean, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mitigasi kekeringan lahan pertanian yang digelar Kementerian Pertanian, Senin 20 April 2026 di Jakarta.
Rakornas ini menjadi langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pertanian nasional di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan prediksi kondisi iklim tahun 2026 yang menunjukkan kecenderungan musim kemarau lebih panjang, curah hujan di bawah normal di sebagian besar wilayah Indonesia, diperkirakan berlangsung April hingga Oktober.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang berdampak pada produktivitas pertanian. Untuk itu, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, di antaranya optimalisasi pengelolaan air irigasi dan percepatan masa tanam.
Upaya lainnya dengan menggunakan varietas tahan kekeringan dan penguatan sarana prasarana pertanian melalui program pompanisasi dan pembangunan infrastruktur air. Kehadiran Bupati Ende merupakan komitmen daerah dalam menyelaraskan kebijakan lokal dengan strategi nasional, sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Usai mengikuti Rakornas, Bupati Ende bersama Kadis Pertanian juga menghadiri audiensi kegiatan Horticulture Development in Dryland Area Project (HDDAP). Proyek HDDAP direncanakan berlangsung selama lima tahun, mulai 2025 hingga 2029, dengan fokus pengembangan komoditas hortikultura di lahan kering.
Untuk Kabupaten Ende, komoditas yang akan dikembangkan meliputi jahe (Zingiber officinale) seluas 200 hektare dan alpukat (Persea americana Mill) seluas 200 hektare. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir Haji Ibrahim Dean, menegaskan keterlibatan Kabupaten Ende dalam program ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan ketahanan sektor pertanian.
Menurutnya, langkah tersebut sangat penting di tengah ancaman perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi produktivitas dan keberlanjutan pertanian di daerah.
“Kami menyambut baik program ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat pertanian di daerah lahan kering seperti Ende. Dengan dukungan teknologi, infrastruktur, dan pendampingan dari pemerintah pusat serta mitra internasional, kami optimistis produktivitas pertanian dapat meningkat sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....