Program MBG NTT Jangkau Hampir 700 Ribu Penerima, Serap 12 Ribu Tenaga Kerja

  • 13 Apr 2026 22:10 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 11 April 2026, jumlah penerima manfaat tercatat mencapai 698.298 orang yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan serta kelompok rentan.

Berdasarkan data terbaru, penerima manfaat didominasi peserta didik dari berbagai jenjang, mulai dari balita sebanyak 60.430 anak, PAUD 25.169 anak, RA 1.520 anak, dan TK 21.533 anak. Pada jenjang pendidikan dasar, siswa SD kelas 1–3 tercatat sebanyak 116.784 orang dan kelas 4–6 sebanyak 116.483 orang, sementara tingkat SMP mencapai 124.879 siswa dan SMA 105.935 siswa.

Selain itu, program ini juga menjangkau lembaga pendidikan keagamaan dan khusus, seperti MI kelas 1–3 sebanyak 3.303 siswa, MI kelas 4–6 sebanyak 3.234 siswa, MTs 4.008 siswa, SMK 52.124 siswa, MA 5.245 siswa, MAK 314 siswa, SLB 2.685 siswa, pondok pesantren 233 santri, PKBM 315 peserta, serta seminari 429 peserta. MBG juga melibatkan 29.221 guru dan 6.018 tenaga kependidikan.

Tak hanya menyasar peserta didik, program ini turut menjangkau kelompok rentan, yakni ibu hamil sebanyak 6.751 orang dan ibu menyusui sebanyak 16.216 orang. Keterlibatan kader posyandu dan tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program di lapangan.

Dari sisi infrastruktur layanan, hingga awal April 2026 tercatat sebanyak 252 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di seluruh wilayah NTT. Sebagian besar unit layanan ini dikelola oleh mitra, termasuk masyarakat, yayasan, serta unsur TNI dan Polri.

Program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Sebanyak 12.141 tenaga kerja lokal terserap di berbagai lini, mulai dari kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, koordinator lapangan, juru masak, petugas kebersihan, tenaga keamanan, hingga pengemudi.

Koordinator Regional NTT, Oswaldus Ngani, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, perlindungan kelompok rentan, serta penguatan dan peningkatan perekonomian melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM.

Ia menambahkan, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat dan cerdas, sekaligus menekan angka stunting di NTT. “Kita berharap program makan bergizi gratis ini dapat melahirkan generasi muda yang cerdas dan mampu mengurangi stunting di NTT,” ujarnya di Kupang, Senin (13/4/2026).

Dengan beroperasinya ratusan dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah, distribusi layanan gizi diharapkan semakin merata dan tepat sasaran, meski capaian tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi target yang ditetapkan.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional bersama para pemangku kepentingan, lanjut Oswaldus, terus melakukan evaluasi serta penguatan koordinasi guna memastikan keberlanjutan program dan peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat.

“Kami akan terus berkoordinasi agar seluruh anak di NTT dapat menikmati program ini. Kami juga mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat demi kelancaran pelaksanaan MBG,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....