Polri Dampingi Petani Nitakloang Perkuat Ketahanan Pangan Desa
- 13 Apr 2026 08:48 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka - Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali terlihat melalui aksi langsung di tingkat desa. Pendampingan ini menyasar kelompok tani sebagai ujung tombak produksi pangan lokal.
Bhabinkamtibmas Polsek Nita, Brigpol Aprianus I. Reko, turun ke lapangan memantau aktivitas pertanian warga di Desa Nitakloang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Jumat 10 April 2026. Kehadirannya sekaligus memberi motivasi kepada Kelompok Tani Cahaya Bapa yang aktif mengelola lahan pekarangan.
Kegiatan berlangsung di Dusun Blatat RT 001/RW 001, tepatnya di lahan milik warga yang dimanfaatkan sebagai kebun produktif. Program ini merupakan bagian dari implementasi 1 Lahan/Pekarangan Tanaman Bergizi untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional.
Di atas lahan seluas sekitar 80 x 90 meter persegi milik Martinus Kotan, kelompok tani mengembangkan tanaman tomat sebagai komoditas utama. Lahan tersebut telah bersertifikat dan dikelola secara swadaya oleh petani setempat.
Ketua kelompok tani, Originus Moat Wisang, bersama anggotanya terus mengoptimalkan potensi lahan yang ada. Mereka berupaya menjaga produktivitas dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara mandiri.
Dalam pemantauan itu, Brigpol Aprianus tidak hanya mengamati kondisi tanaman, tetapi juga memberikan dorongan moral kepada petani. Ia menekankan pentingnya pengelolaan lahan yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
“Pendampingan ini penting agar petani tidak berjalan sendiri. Ketahanan pangan bukan hanya program, tetapi kebutuhan bersama yang harus dijaga dari tingkat desa,” ujarnya.
Namun, para petani masih menghadapi kendala serius berupa pembusukan batang tanaman yang mengancam produksi tomat. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gagal panen jika tidak segera ditangani secara tepat.
Ketiadaan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di desa turut memperberat tantangan yang dihadapi petani. Mereka harus mengandalkan pengalaman dan inisiatif sendiri untuk mengatasi persoalan teknis di lapangan.
Meski begitu, penggunaan pupuk Urea dan NPK serta pestisida seperti Rondap dan Gamason tetap dilakukan untuk menjaga hasil panen. Upaya ini menjadi langkah bertahan di tengah keterbatasan pendampingan teknis.
Kelompok Tani Cahaya Bapa menyambut positif kehadiran Polri di tengah aktivitas mereka. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata perhatian negara terhadap sektor pertanian.
“Kami siap mendukung program ketahanan pangan. Tapi kami juga berharap adanya perhatian pemerintah, khususnya terkait kemudahan akses pupuk dan obat hama,” ujar salah satu anggota kelompok.
Kegiatan yang berlangsung selama satu jam ini berjalan aman dan kondusif. Sinergi antara aparat dan masyarakat pun dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas pangan dari tingkat desa.
Di tengah berbagai keterbatasan, langkah kecil dari Nitakloang menjadi cerminan kekuatan petani lokal. Ketahanan pangan nasional pada akhirnya bertumpu pada ketangguhan mereka di akar rumput.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....