Tujuh Ribu Bibit Cabai Ditanam, Desa Kloangpopot Perkuat Ketahanan Pangan

  • 02 Jun 2026 15:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Desa Kloangpopot, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, memperkuat program ketahanan pangan melalui penanaman sekitar 7.000 bibit cabai keriting di lahan hortikultura seluas setengah hektare. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan lokal, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani desa.

Penanaman dilakukan di lahan milik Ketua Kelompok Tani Sinar Mentari, Wiyanto Salo, pada Jumat, 29 Mei 2026. Lahan yang berada di Dusun Wualadu tersebut dikelola melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kloangpopot sebagai bagian dari pemanfaatan Dana Desa untuk sektor produktif.

Cabai keriting dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi salah satu komoditas yang sering memengaruhi inflasi daerah. Melalui peningkatan produksi di tingkat desa, pemerintah berharap pasokan cabai dapat lebih terjaga sehingga membantu menjaga stabilitas harga di pasaran.

Program ini mendapat pendampingan langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Kloangpopot, AIPDA Armando. Kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang dimulai dari desa.

AIPDA Armando menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan saat proses penanaman, tetapi juga pada tahap pemeliharaan hingga panen. Menurutnya, perawatan yang baik akan menentukan produktivitas tanaman dan manfaat ekonomi yang diterima masyarakat.

“Kelompok tani harus terus menjaga dan merawat tanaman dengan baik agar hasil panennya maksimal. Ini bukan sekadar program menanam, tetapi upaya membangun kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Untuk mendukung keberhasilan budidaya, kelompok tani menggunakan pupuk kompos dan pupuk biobos guna menjaga kesuburan tanah. Sementara pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan secara berkala menggunakan sarana perlindungan tanaman yang telah disiapkan.

Program tersebut didanai melalui alokasi Dana Desa sebesar 20 persen untuk ketahanan pangan. Keterlibatan pemerintah desa, penyuluh pertanian, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekonomi desa berbasis pertanian produktif.

Pemerintah Desa Kloangpopot berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat kemandirian pangan, sekaligus menjadi model pengembangan pertanian desa yang berkelanjutan di Kabupaten Sikka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....